Rabu, 30 Juni 2010 7 komentar

BERAMBUS SANA!!!

HadOoooohh....
Mimpi ape lah semalam?
Hari nie banyak kali aq dengar orang - orang pada pacaran.
Ada yang CBSA (Cinta Bersemi Sesama Aktivis), ada pula seorang aktivis dakwah senior pacaran dengan orang amah.
GEDUBRAK!!!!
Malu............................................................................................................................

Kate pak Ustadz. Kasih due pilihan aje... sama si terdakwa. Nikah ato lepaskan pasangan nya.
Buang aje tu orang dari wajihah dakwah nie. Kaderisasi udah bekerja serius merekrut kader, eh si aktivis malah mencemarkan nama baik nya si wajihah dakwah ini di depan calon kader.

GERAM !!!
Selasa, 29 Juni 2010 0 komentar

DEK SUNATAN YUK!

Bagi para orang tua yang memiliki anak laki-laki yang belum baligh biasanya memanfaatkan liburan sekolah sebagai moment untuk khitanan. Oleh sebab itu, PT UNICEF dan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai tipe 8 Batam bekerjasama dengan Dompet Sosial Ulil Albab (DSUA) Batam mengadakan khitanan massal. PT UNICEF mengadakan pada hari Ahad 27 Juni 2010 sedangkan Bea cukai pada hari Senin 28 Juni 2010.

Survey mini.

Setiap berpartisipasi dalam khitanan massal selalu saja ada pengalaman unik yang ku dapat. Tapi, ada pula pemandangan yang sama setiap kali nya di khitanan. Seperti, anak-anak yang menangis meraung-raung karena tidak mau di sunat.
“Aku nggak mau disunat!!!” berontak seorang anak dengan air mata yang sudah mengalir.
“B*r*ng ku nggak mau dipotong!!!”
“Aku nggak mau disuntik!!!”
“Sakit……. Aku jangan disuntik!” pinta anak dengan muka memelas.
Pada saat pertama kali berpartisipasi dalam kegiatan khitanan, sempat timbul rasa tidak tega.
Aduh! Nggak tega ni, pikir ku
Tapi, alah tega karena biasa. Jadi sekarang muka-muka anak yang memelas sambil menangis, meraung-raung nggak mempan lagi buat ku untuk tidak tega menyunat mereka. Apresiasi ku, aku berikan pada anak-anak yang kooperatif saat terjadi tragedi pemotongan (ha..ha..)
Di saat khitanan, aq melakukan survey perbandingan mini. Hasil survey ku adalah hampir semua anak dari pasangan ikhwah ato salafi ato JT lebih banyak melakukan pemberontakan. Banyak meraung-raung, penakutnya na’udzubillah… berbeda dengan anak dari pasangan amah. Anak nya lebih berani, dan kooperatif. Kenapa bisa begitu ya?!
Kamis, 24 Juni 2010 0 komentar


Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokaatuh

Barokallohu laka, wabaroka 'alaika wa jama'a bainakuma fil khoir...
Menautkan dua hati dalam ikatan suci yang halal melalui pernikahan,
semoga jadi ladang amal menuju jalan-Nya.
Mengundang teman-teman KAMMI Batam pada pernikahan :

Yelmita Fitri, AMK
dengan
Dodi Nanda Zam, AMK

dengan akad nikah yang Insya Allah akan dilaksanakan pada:
Hari/ tanggal : Sabtu/ 3 Juli 2010
Pukul : 09.00 WIB
Tempat : Mesjid Al Munawaroh Bengkong Harapan

dan Walimatul ursy dilaksanakan pada:
Hari/ tanggal : SDA
Pukul : 10.00 WIB s/d selesai
Tempat : Bengkong Harapan II blok J no.29
Rabu, 23 Juni 2010 7 komentar

MIMPI 1000 KADER: MELAHIRKAN LEDAKAN IDE LUAR BIASA

Tesis utama Frans Johansson adalah bahwa jika berbagai bidang, disiplin ilmu, dan budaya dipadukan akan terwujud semacam ledakan ide yang luar biasa (Frans Johansson, 2007).

Pada kalimat di atas terdapat kata “ledakan” yang membuat ku tertarik. Sebenarnya bukan kali ini aku tertarik dengan kata itu. Ketertarikan itu sudah dimulai sejak beberapa tahun yang lalu setelah membaca buku Quantum Tarbiyah. Entah kenapa telinga ini begitu tertarik dengan kata tersebut. Kali ini bukan membahas alasan kenapa aku suka kata “ledakan”. Akan tetapi, aku akan sedikit membahas kalimat di atas. Yang mudah-mudahan bisa memberikan sedikit warna di dalam perjuangan KAMMI Komisariat Batam khususnya di bidang pengkaderan.

Kota Batam yang memiliki lebih kurang 20 kampus merupakan asset terbesar dalam menyumbangkan banyak kader KAMMI bila dibandingkan dengan wilayah Kepri lain seperti Tg. Pinang, Bintan, dan Karimun. Seharusnya bisa menjadi cambuk penyemangat KAMMI Komsat Batam khususnya Departemen Kaderisasi yang membawahi langsung tugas perekrutan kader. Apalagi target pengkaderan untuk Kepri tahun ini adalah 1000 kader. Oleh sebab itu, dibutuhkan kerja yang ekstra dari Departemen Kaderisasi. 1000 kader ?! it’s a big dream. Apalagi dengan umur KAMMI Komsat Batam yang masih sangat muda. Belum genap berusia 3 tahun. Kalau dalam mata kuliah Keperawatan Anak usia ini disebut BATITA (Bayi di bawah tiga tahun). Tidak apa-apa, bermimpilah yang besar mumpung gratis!!! Tapi bermimpi harus dibarengi dengan kerja nyata. Semakin besar mimpi yang ingin diwujudkan maka semakin besar pula perjuangan kita untuk merealisasikannya. Karena perjuangan hari ini untuk cita-cita hari esok dan cita-cita hari esok adalah langkah nyata kita hari ini (Musyaddad, 2010).

Pada awal terbentuknya KAMMI Komsat Batam pada tanggal 27 Desember 2007, KAMMI Batam hanya memiliki kader di dua kampus saja. Yaitu Politeknik Batam dan Akper Mitra Bunda Persada (AMBP) Batam. Dengan jumlah alumni DM 1 sebanyak 11 orang. Setelah dua tahun dilewati Alhamdulillah KAMMI Komsat Batam (KomBat) pun telah memiliki kader di enam kampus. Yaitu Politeknik Batam, STIKES Mitra Bunda Persada, Universitas Batam (UNIBA), Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA), FT. Universitas Maritim Raja Haji (FT. UMRAH), dan Universitas Internasional Batam (UIB). Dengan banyaknya kader dari berbagai macam kampus tergabung di KAMMI KomBat. Otomatis berbagai macam jurusan, keahlian dan latar belakang kader bisa menambah keragaman KAMMI KomBat itu sendiri. Yang pada akhirnya bisa melahirkan “ledakan” ide yang luar biasa. Seperti tesis utama yang ditulis oleh Johansson.

Bisa dibayangkan jika setiap kampus di Batam memiliki kader KAMMI, maka KAMMI KomBat bisa menyumbangkan ide luar biasa dalam perbaikan kota Batam khususnya. Karena pada dasarnya mahasiswa mempunyai peran-peran strategis, antara lain: Moral Force (kekuatan moral), Agent of Change (agen peubah), People Power (Kekuatan rakyat), Iron Stock (cadangan nasional), dan yang terakhir Guardian of Value (Pengawal nilai-nilai). Dimana hingga saat ini mahasiswa Batam belum mengamalkan peran-perannya tersebut. Jangankan mengamalkan, mengetahuinya pun tidak. Karena mahasiswa Batam mindset nya sudah terbentuk sejak dibangku sekolah. Bahwa kuliah harus selesai dalam waktu sesingkat-singkatnya dengan nilai setinggi-tingginya kemudian wisuda dengan IPK yang tinggi lalu mencari kerja menjadi karyawan di sebuah perusahaan. Itulah yang dikatakan mahasiswa sukses. Jadi bisa dibilang mereka termasuk mahasiswa apatis. Berbagai macam alasan yang mereka utarakan jika diajak untuk gabung dalam organisasi. Dari alasan orang tua yang tidak mengizinkan hingga jam kuliah yang terlalu padat dan tugas kuliah yang menumpuk. Jam kuliah yang terlalu padat dan tugas kuliah yang menumpuk?! Alasan yang sangat klasik. Jawaban yang biasa aku keluarkan adalah yang menjadi mahasiswa bukan kalian doang. Sudah dari zaman baheula, manusia terdahulu sudah kuliah dan mereka juga aktif berorganisasi. Dengan menyandang prestasi akademis yang memukau pula. Tugas yang menumpuk itu karena kebiasaan buruk kalian yang suka menunda-nunda tugas. Besok akan dikumpul malam ini pula kalian baru mengerjakan nya.

Kita tidak bisa pula menyalahkan mereka (red: mahasiswa apatis) karena tidak mahu bergabung dalam menyelesaikan Pe-eR perubahan ini. Itulah warna-warni dunia kampus, warna-warni dunia pergerakan. Hanya manusia yang gelisah, kuat dan sabar yang bisa terus bertahan hingga ke garis finish perubahan. Seperti slogan heroiknya KAMMI “Bergerak Tuntaskan Perubahan!”.
Jumat, 18 Juni 2010 1 komentar

As-Syifaa






Selasa, 15 Juni 2010 4 komentar

Kucing-Kucingan dengan Kucing




Tadi siang dengan tergopoh-gopoh ibu ku datang ke hadapan ku. Ada sesuatu di tangannya yang ia bawa dari luar rumah. Owalan… ibu ku membawa seekor anak kucing liar rupanya. Warna nya belang perpaduan putih dan oranye, tapi warna yang dominan adalah putih. Sudah lama ibu ku mengamati anak kucing tersebut. Kalau tidak salah hitung ada 3 ekor anak kucing. Mereka tinggal di rumah kosong di sebelah rumah ku. Ada warna hitam pekat sedikit putihnya, trus ada pula warna hitam keabu-abu an. Ketiga-tiganya lincah banget. Susah nak ditangkap.

“Nih kasih makan trus jangan lupa kasih sedikit (maaf) air liur” Pesan ibu ku

Tak perlu menunggu lama, nasi buat si kucing pun telah siap aku buat. Tak lupa sedikit air liur. Kata ibu ku sih dikasih air liur biar tu kucing selalu ingat dengan orang yang kasih dia makan jadi tu kucing bisa jadi hewan peliharaan kami di rumah. Ya… aku sih percaya aja, karena udah terbukti. He….



Wes, setelah makan tu kucing pun lari dengan lincahnya. Tapi, dia bukan pergi ke luar rumah malah ngumpet di kamar utama. Singkat cerita kira-kira 3 jam-an adalah kucing di dalam kamar. Aku dan ibu ku pun heran betah amat tu kucing di dalam. Ku panggil-panggil tu kucing tak muncul-muncul.

Apa sudah keluar ya? Pikir ku

Ternyata belum, kucing mungil itu ternyata takut keluar. Kami pun menunggu-nunggu kucing itu keluar kamar. Tapi tetap aja nggak muncul-muncul. Tak lama kemudian datang anak kucing lagi yang berwarna hitam pekat sedikit putih. Ingin ikut makan di piring tempat sodaranya makan tadi juga. Tiba-tiba adik ku Lisa datang ke tempat kucing hitam itu makan, dengan lincah si kucing itu pun lari. Begitu seterusnya. Jika dapur kosong si kucing datang dan dengan cepat pula si kucing lari jika kami datang ke dapur. Cape deh…

Kembali lagi ke cerita kucing yang di kamar. Tak bisa kami temukan tempat persembunyian nya. Sudah kami susuri bagian-bagian kamar tapi tak ketemu juga. Kemudian ibu ku punya inisiatif untuk mematikan semua lampu ruangan dan TV kemudian kami di suruh untuk ke luar rumah. Eh, ternyata emang bener. Tu kucing mau juga keluar. Tapi, sayang beribu sayang kucing itu kaget sama suara ku. Jadinya masuk lagi ke kamar utama. Terpaksa strategi tadi diulang dari awal. Padahal nunggu tu anak kucing keluar lamaaaaaaaaaaaaaa banget!

Adzan maghrib pun sudah berkumandang. Kami sudah shalat dan tilawah tapi tu anak kucing belum keluar juga dari rumah. Sekitar jam 19-an baru lah tu anak kucing bisa aku keluarkan. Berkat kerjasama antara aku dan ibu ku. Wkwkwkwk. Memang kami tim yang solid.

Beuh….!! Baru ja kucing putih keluar anak kucing hitam keabu-abu an pun mau curi-curi masuk dapur lagi. Ckckck. Memang tu anak kucing pemalu betul lah… kalau mau makan. Sok, atuh masuk terus meong-meong pasti dah aku ambilkan makanan buat mereka. Tapi karena masuk nya takut-takut dan sembunyi-sembunyi jadinya ya…. tu kucing sendiri yang sengsara. Haha…

Mungkin maksud dari kalimat “maen kucing-kucingan” yang biasa diucapkan buat sesuatu yang berkonotasi negatif tu seperti ini kali ya…?! mahu dengan sesuatu tapi takut ketahuan orang lain, jadinya maen belakang. Ujung-ujungnya sengsara sendiri. Maybe….
Senin, 07 Juni 2010 3 komentar

Do'a (yang sudah dikabulkan)

Alhamdulillah wa syukurillah.
Ahad (6/6) lalu salah satu harapan ku sudah dikabulkan oleh Allah SWT.
Ahad lalu merupakan langkah awal dalam membuka lembaran baru yang sempat kelam lebih kurang 2 tahun lamanya.
Ahad lalu semangat yang dulu sempat tenggelam kini kembali hadir, dengan semangat yang lebih membaja dari yang sebelumnya.
Ahad lalu menjadi bukti sejarah, bahwa emas tetaplah emas walau berada di dalam lumpur sekalipun.
Love U Allah....
Sabtu, 29 Mei 2010 2 komentar

Ingin Mandiri

Sudah lama juga tidak menulis di blog ini. Entah kenapa inspirasi tak muncul untuk mengetik sepatah dua patah kata yang akan dituang ke lahan ms.word kemudian disetor ke lahan blogspot ini. Apa mungkin karena Yoyen sudah almarhum, jadi kemampuan mencipta yel-yel dan curhat melalui tulisan sudah menjadi tumpul (wkwkwk ngarang kali alasannya).


Jadi inget dengan blog nya teman di seberang pulau. Kalau tidak salah isi blognya tentang mandiri nya seseorang jika dia pergi dari daerah asalnya. Isi blognya sedikit banyak membuat ku tersinggung. Karena dari kecil ku tak pernah berpisah dengan ortu dalam waktu yang lama. Paling lama Cuma 3 minggu itupun karena aku harus praktek di RSJ Pekanbaru. Belum lagi genap 2 minggu di Pekanbaru aku sudah sakit (hehe.. bukan karena kangen ortu lho! Tapi karena tiap hari harus menghirup asap rokok). Bapak ku yang begitu menelepon dari Batam langsung khawatir dengan anak sulungnya ini karena suara ku berubah jadi serak-serak banjir plus batuk yang nggak karuan bunyinya. Sehabis ditelepon, tes..tes.. udah jatuh aja tuh air mata. Malu dengan teman-teman segera ku hapus air mata yang sudah terlanjur turun itu. Oh ya, pernah juga sih pisah lama tapi Cuma 3 minggu juga. Pisah untuk Praktek Belajar Lapangan (PBL) kalau istilah teman-teman di universitas ya KKN. Tapi yang ini beda, ortu bahkan temen pun bisa jenguk kita karena lokasi PBL dekat dari rumah kami (red:mahasiswa)  PBL yang aneh!. Jadi seminggu sekali ortu ku datang untuk melihat anaknya ini. Apa tambah kurus karena tak ada yang masakin, atau sakit-sakitan atau kekurangan hepeng. Sebelum ortu datang ke tempat tinggal ku, aku sudah berpesan dulu agar dibawakan makanan rumah. Kangen juga dengan masakan rumah plus tambahan uang saku.


Nggak kebayang juga kalau aku harus pisah dengan ortu dalam waktu tahunan. Nggak ada yang ngatur, nggak ada yang masakin, nggak ada yang bangunin, nggak ada yang marahin, nggak ada yang jagain, nggak ada yang bisa diajak debat sambil saling menghina. Hehe….
Tapi, karena sering dengan ortu aku jadi agak kurang mandiri. Sampai sekarang aku n**ak pandai m*s*k, klo nggak ada yang marahin mungkin jam tidur ku sangat berantakan.


Sekarang aku sudah BESARrr. Malu juga masih dibawah ketiak emak dan bapak. Bagaimana pula mau nikah kalau apa-apa masih minta dengan mereka berdua. Kecuali minta restu …. He… so, aku musti mandiri. Baik mandiri dari segi ekonomi, tempat tinggal, memenuhi “kampung tengah”, mandiri dari jam tidur dan bangun, mengurus rumah etc. Bagaimana caranya? Salah satunya tinggal jauh dari mereka berdua. Daerah yang tidak terlalu jauh dari Batam dan tidak bisa ditempuh terlalu sering yaitu Tg. Pinang dan sekitarnya. Itu salah satu tempat yang ku tuju sebagai tempat belajar hidup mandiri. Yeaahh do’a kan saya ya  gaya orang Jepang saat mengikuti lomba. Tapi tempat yang dari SMA sudah ku lirik adalah daerah Bandung surganya kuliner dan mode. Pasti persaingan hidupnya lebih ketat lagi. Well, we will see. Kita lihat kemana kaki ini akan melangkah mengikuti panggilan alam  apa sih maksudnya nop?!?.
By the way, terus terang aku juga bosan di Batam. Lahir di Batam, besar di Batam, sekolah di Batam, kuliah di Batam, kerja di Batam, nikah di ???? hadooohhh!! Teruk, teruk, teruk.


Hampir semua teman SMA, kuliah di luar Batam. Bahkan ada yang tak pulang lagi ke Batam. Teman-teman ROHIS khususnya berpesan dengan ku yang mungkin hanya satu-satunya yang masih menetap di Batam.
“Nophe…. Jagain ROHIS SMANSA ya….. tetap pantau adek-adek ya….”
“Nophe …. Tolong bantu adek-adek ROHIS SMANSA, mereka mau bikin kegiatan tuh…”
“Nophe…. Kabar SMANSA gimana? Mentoring masih jalankan?”’
“Nophe….Nophe….Nophe…………………………………………………”
Fiuh…. Cape deh……
Mereka pertama kali bukan menanyakan kabar ku, malah kabar ROHIS SMANSA. Dasar! Temen2 gk sensitif nieee….. bukan kabar temannya yg ditanya malah kabar orang lain.
Nah! Kira-kira seperti itulah nasib ku sebagai orang yang masih tertinggal dinegeri asal. Hiks..hikss…
Senin, 26 April 2010 0 komentar

Konflik SARA Gara-Gara Lidah

Lidah memang tak bertulang, ungkapan itu mungkin sudah sangat familiar di telinga kita. Tapi, dampak dari kalimat singkat dan sederhana itu sangatlah dahsyat. Kenapa tidak? Seorang warga negara India mengatakan ”all Indonesian stupid” kepada beberapa warga negara Indonesia. Seperti yang terjadi di PT. Drydock World Graha Tg. Uncang Batam pada beberapa hari yang lalu. Penulis melihat ada banyak faktor dari kejadian tersebut. Seperti pekerja Indonesia merasa dianak tirikan karena pimpinan perusahaan lebih mengistimewakan tenaga kerja India padahal background pendidikan warga negara India tersebut sama dengan pekerja Indonesia bahkan salah satu pekerja Indonesia mengatakan bahwa tenaga negara India tersebut lebih banyak tidak bisanya.


Kemudian faktor psikologi juga sangat berpengaruh. Kemarahan pekerja Indonesia itu merupakan akumulasi dari berbagai macam hasil perilaku yang mereka terima selama ini. Amarah-amarah kecil yang para pekerja Indonesia simpan di alam bawah sadar mereka terus menumpuk, hingga tanpa sadar tumpukan amarah tersebut telah mencapai batas maksimal sehingga lahirlah tindakan-tindakan anarkis seperti yang kita lihat beberapa hari yang lalu. Dan mungkin masih banyak lagi faktor-faktor pencetus dari kerusuhan tersebut yang menambah besarnya api kemarahan mereka sehingga terjadi ledakan emosi di PT Drydock tersebut.


Kembali lagi pada ungkapan di awal. Lidah memang tak bertulang. Karena lidah tidak mempunyai tulang jadi ia bersifat lentur, fleksibel dan bebas. Sebebas kalimat-kalimat yang keluar dari hasil gerakan lidah, bibir, dan getaran pita suara ini. Jadi seseorang itu bisa secara sadar ataupun tidak sadar dalam melontarkan kata-kata. Penulis tidak tahu apakah warga negara India tersebut sadar atau tidak dalam mengucapkan kalimat penghinaan SARA tersebut. Tapi yang jelas, tidak perlu terpancing emosi dengan ucapan hina itu. Karena kalimat yang keluar dari mulut seseorang itu mencerminkan hati dan kepribadiannya, ibarat mulut teko akan mengeluarkan isi yang ada di dalam teko tersebut. Jika isinya kopi maka mulut teko akan mengeluarkan kopi pula tergantung isi dari teko.


Jadi penulis di sini berpendapat bahwa pekerja India tidak bisa disalahkan sepenuhnya. Kenapa? mungkin pekerja India tersebut telah merekam dari penglihatan dan pendengaran mereka sendiri karena melihat langsung bahwa pekerja Indonesia sangat tidak dihargai di negaranya sendiri. Mereka melihat pekerja Indonesia hanya bisa menjadi pesuruh dan pasrah dengan keadaannya atau bahkan terkesan malas. Jadi dari hasil inspeksi tersebut pekerja India mendapatkan kesimpulan sendiri yang menurut mereka itu benar. Bahwa semua orang Indonesia adalah bodoh!!


Sebagai warga negara Indonesia penulis pun akan marah jika mendengar ucapan rendah itu. Tapi bukankah kalimat itu hampir benar. Kenapa hampir benar? Karena ada beberapa orang Indonesia yang pintar dan sukses di Indonesia maupun di luar negeri. Lalu bagaimana dengan sisanya? Ya itulah yang dilihat oleh pekerja India tersebut. Kebalikan dari pintar dan sukses.


Setiap kejadian pasti ada hikmahnya, setiap kerusuhan pasti ada yang bisa kita petik pelajarannya. Penulis hanya bisa mengambil hikmah bahwa ucapan dari pekerja India tersebut harus menjadi cambuk bagi warga negara Indonesia khususnya bagi tenaga kerja Indonesia. Agar pekerja Indonesia bisa lebih meningkatkan kapasitas diri. Jangan mau menjadi pesuruh bagi warga negara asing, apalagi di negara sendiri.
Jumat, 16 April 2010 4 komentar

Do’a (hingga kini blm terkabul)

Entah harus memulai dari mana tulisan kali ini. Perasaan ini tercampur aduk menghasilkan rasa yang nggak jelas. Beberapa tahun yang silam tidak ada rasa yang begitu mengganggu. Bahkan terasa mengasyikkan. Rasa mengasyikkan yang semu. Tidak terasa “kesalahan” itu sudah menumpuk dan menampakkan wujudnya yang buruk dan bau yang busuk. Kosong! Ya kekosongan yang aku alami, semula panca indra ku yang bersifat wujud ini bisa dimanipulasi oleh nya. Tapi ada satu indra ghaib ku yang tidak bisa ia tipu. Dialah hati, hati yang langsung diciptakan oleh Sang Khalik. Sepintar apa pun makhluk itu, jika ia bermaksud menipu hati maka itu tidak bersifat kekal. Selama Yang Maha Kuasa belum mengizinkan. Tapi sayangnya setelah melewati hitungan tahun aku baru mengetahuinya secara sadar. Dan itu sudah terlambat......
Aku sudah masuk dalam ”wadah” yang tidak tepat bagi ku. Ibarat makan buah simalakama. Kalau aku makan, aku terus merugi. Tapi kalau aku tak makan, aku akan jadi makhluk yang paling celaka. Harus kemanakah sekarang aku?!?
Jujur, hati ini menolak untuk menjadi salah satu daun-daun yang berguguran itu. Sekarang aku bagai daun yang enggan meninggalkan induk pohon tapi di lain sisi merasa tidak ada gunanya menjadi bagian dari induk pohon tersebut selama air dan sari-sari makanan ruh tidak sampai pada tubuh dan jiwa ku ini.
Ya Allah, tunjukilah jalan yang terbaik bagi hamba mu yang bodoh ini. Tiada kuasa dan upaya tanpa arahan dari Mu. Jangan Kau tinggalkan hamba dalam kegamangan seperti ini.
Minggu, 11 April 2010 1 komentar

Si Uyaq Hamil


Telepon genggam sengaja aku matikan. Lagi males nerima telp ataupun SMS. Kurang lebih 2,5 jam aku menon aktifkan handphone.
Okelah aku hidupin lagi ni HP, fikirku.
Baru saja diaktifkan tu HP udah bergetar. Ternyata temen lama ku SMS. Temen ku yang baru jadi manten. Si Surya Maryana (Uyaq) namanya.
"Nope lg ngapain?" tanya nya
"Nggak lgi ngapa-ngapain Sur, kenapa?" aq balik bertanya
Ku fikir si Uyaq pasti mau nawarin kerjasama lagi untuk buka usaha.
Handpone pun bergetar lagi.rrrrrrrrrrrrrr
"Nope bentar lagi bakal punya keponakan" balasnya
Jenk...jenk... hati ku nggak karuan senengnya.
"Barokallah ya Sur.... Udah berapa minggu?" tanya ku
"Udah 2 minggu Phe......" balasnya
Owalah..... temen ku akhirnya udah hamil.Pasti dia dan suami bakal menjalani hari-hari yang penuh kejutan. Senang, tangis, haru, bahagia akan terus menghiasi kehidupan rumah tangga mereka (sok tahu banget ya!). Tapi apapun itu, do'a ku selalu ku hadiahkan untuk Uyaq dan suami beserta calon mujahid/ah nya mereka.
Minggu, 21 Maret 2010 0 komentar

Menangis untuk Palestin

Jum'at pagi (19/3) si "Noki" berbunyi. Eh ... ternyata ada taklimat bahwa akan ada acara konsolidasi dan munasoroh Palestina hari ahad (21/3) ini @asrama haji batam center. Isi SMS begitu panjang sampe 4 slide. wah.. ini bkn Short Message Service (SMS) lagi, tapi Long Message Service (LMS)panjang bangett.....

"Wah.. sepertinya Palestin lagi gawat bgt nih" fikir ku.
Maklumlah belakangan aku tak pernah lagi membaca berita ttg Palestina tercinta...

Pagi hari dengan semangat menggebu-gebu, ku langkahkan kaki ke luar rumah. Dengan harapan fikiran buruk ku ttg kondisi Palestin terkini adalah salah. Singkat cerita sampailah di asrama haji. Aq mengambil posisi paling depan, di saf nomor dua. Dekat proyektor. Ku pandang muka-muka akhwat satu per satu yang muncul dari pintu depan, siapa tahu melihat sosok yang aku kenal. Munculllah satu persatu yang ku kenal, ya.. mbak itu datang, kakak itu datang, umi itu datang bla..bla.. Tiba-tiba satu sosok mungil yang ku kenal baik sedang duduk manis dan terdiam. Ku datangi dengan berlari-lari kecil.

"Haloo..... Assalamu'alaikum..." Sapa ku. Sambil ku salaman dengan si ikhwan secara mesra, dy mencium tangan ku. Senyum pun tergaris di bibir mungil nya sampai kelihatan gigi-giginya yang tidak mencapai 20 biji. Tanpa malu-malu si ikhwan tsb memeluk ku. Memeluk seperti bertahun-tahun tidak pernah bertemu, padahal tiap hari aq ke rumahnya.

Singkat cerita, acara di buka dengan tilawah quran dan lagu Indonesia raya. Sambutan pun disampaikan dengan penuh semangat yang menggelora. Sang Master of Ceremony pun memprovokasi kami dengan memberikan yel-yel
"Palestina2x" lontar MC dengan semangat
"Selamatkan! 2x" sambut kami
"Israel, Yahudi"
"Hancurkan!2x"

Hingga sampailah pada acara inti yaitu penyampaian kondisi Palestin terkini. Materi disampaikan oleh alustadz H. Zenal Satiawan, Lc (Alumnus Univ. Al-Azhar Mesir). Hati serasa tercabik-cabik mendengar dan melihat (walaupun tdk secara langsung) saudara yang jauh di sana sedang terancam hidupnya, tidak ada tempat yang bisa digunakan untuk bersembunyi dan mendapatkan ketenangan untuk beberapa jam saja. Suara pemateri yang memecah keheningan membuat api semangat kami semakan berkobar untuk bisa membantu saudara kami di sana. Beberapa foto orisinil ditampilkan. Betapa laknat nya Israel.

Penggalangan dana pun dilakukan. Semua yang hadir mengeluarkan infaq terbaik mereka untuk Palestin. Yang Insya Allah akan kekal sebagai amal di akhirat. Alhasil info terakhir yang aq catat hasil penggalangan dana sebesar Rp 56.900.000 + ......... (aq lupa mencatatnya). Jika pembaca ingin mentransfer infaq terbaik nya silahkan saja ke rekening Bank Syariah Mandiri Batam a/n KNRP Kepri 1580037191. webblog: http://knrp-kepri.blogspot.com/
Kamis, 18 Maret 2010 4 komentar

Ibuku, Bakso, dan Obama (hubungannya apa??)



Akhirnya hujan turun juga di Batam, setelah sekian lama Batam diwarnai dengan teriknya panas yang membuat kepala orang jadi puyeng. Karena dari pagi mpe sore masih hujan, ya... nggak lebat kali lah.. tapi bisa lah membuat setiap orang yang mempunyai lambung untuk merasakan lapar.
Seperti biasa klo suasana dingin, perut lapar, makanan di rumah juga lagi nggak terlalu nikmat. Ibu ku selalu meminta untuk dibelikan bakso. Kali ini giliran bakso "Bejo" yang jadi pilihannya.
Setelah bakso siap untuk disantap. Aku, Vina (adik), dan ibu ku tentunya menuangkan bakso yang tadi ku beli ke mangkok masing-masing. Sambil tetap menikmati berita sore hari.
Berita yang tersaji tentu saja ttg Obama. Isi nya ttg warga yang membuat lagu khusus untuk Obama yang kemudian disajikan dalam bentuk CD.
Tiba-tiba, ibuku bertanya. "Kenapa kok orang Islam nggak suka Obama datang ke Indonesia?".
Deg!kok tiba-tiba ibuku bertanya hal yang berbau politik?! Padahal biasanya beliau nggak peduli dengan yang begituan. Paling klo nonton berita yang dilihat berita ttg harga-harga kebutuhan pokok (maklum Ibu RT).
Yah... dengan bahasa yang ringan, sederhana dan singkat saja ku jelaskan pada beliau.
Coba tebak apa respon dari penjelasanku itu????????????
Ibuku tak berespon ternyata, beliau hanya diam saja sambil menikmati bakso yang tepat di hadapannya.
??????????????????????????????????????????????????????????????????
Aq bingung, ibu ku ini "ngeh" ato tidak dengan penjelasan ku tadi? ato malas berespon krn berbau dengan umat Islam yang beliau anggap terlalu "fanatik".

Entahlah! yang jelas aq seneng, krn bisa berdiskusi dengan beliau. Karena selama ini klo nonton berita ttg politik, yang sering berkomentar klo nggak aq ya... bapak ku. Klo berita ttg harga kebutuhan pokok, yg semangat ya beliau... Klo aq bertanya ttg isi berita kesukaan nya, ibuku malah bilang "tu lah, nggak tahu harga beras, cabe dsb. Tahunya makan aja...".
Iya lah... untuk urusan ini beliau yang lebih jago. Hidup Ibu-ibu Indonesia!!!!
Sabtu, 06 Maret 2010 0 komentar


Untuk pertama kalinya Kanpora Batam mengadakan workshop penelitian sosial bagi para pelajar SMA sederajat di Kota Batam. Workshop ini diadakan selama tiga hari dari tanggal 5-7 Maret 2010 di kantor pemuda dan olahraga Sukajadi. Acara ini dibuka langsung oleh Walikota Batam dalam hal ini diwakili oleh Assisten Administrasi Umum Bapak Maas Ismail. Dengan pemateri yang sengaja didatangkan dari Malang plus satu pemateri dari staff ahli DPRD Kota Batam dengan segudang prestasi dan pengalaman mereka.

Masing-masing sekolah mengirimkan 3 orang. yang ketiga orang tersebut merupakan orang-orang terbaik di sekolah mereka masing-masing. Antusias para peserta yang begitu tinggi membuat penyelenggara merasa optimis akan terbentuknya kelompok-kelompok karya tulis ilmiah remaja kota BAtam. Dimana tujuan jangka pendek adalah mengikut sertakan para pelajar tersebut dalam perlombaan karya tulis tepat di hari sumpah pemuda yaitu tanggal 28 Oktober 2010 ini.
Rabu, 03 Maret 2010 0 komentar

KAMMI Batam mengadakan Motivasi UN




HADIRILAH !!! Training Motivasi Menghadapi Ujian Nasional

Bagi kamoe2 yang merasa masih sekolah di SMA/sederajat terutama yang duduk di bangku kelas 3. Hayoo' ikut ini aja, dijamin bakal kagak nyesel dech...
Selain Try Out yang bikin kamoe bertambah stress, training ini pas banget. Karena akan menyeimbangkan antara kognitif, dan psikologis kamoe. Percaya deh.. kalo kamoe stress, biar mpe ratusan buku yang sudah kamoe lahap bakalan kagak bisa kamoe tuangkan ke dalam lembar jawaban. Training ini diadakan oleh KAMMI Komsat Batam. Dengan pembicara dari Trustco. Yang Insya Alloh akan diadakan pada:


Tanggal/ Hari : 6 Maret 2010/ Sabtu
Waktu : 08.00 s/d 12.00 WIB
Tempat : Asrama Haji Batam Center.


Dengan biaya pendaftaran Rp 10.000/ orang. Rp 20.000 untuk 3 orang. Dapat sertifikat juga lho! Makanya buruan daftar!!!!! Tempat Terbatas
Klo mau daftar bisa pada hari H nya langsung ato bisa menghubungi panitia

Armat Juank : 0812 7086 632
Nova Lisa : 0852 6473 2233
Jumat, 26 Februari 2010 2 komentar

Yoyen Sakit



“Kayaknya Yoyen sakit deh!” kata si emak
”Habisnya dia tak mau makan, diem.... aja terus” tambah nya lagi
Kenapa pula’ dengan si Yoyen? Perasaan klo qt semua makan dia selalu nimbrung di situ. Minta makan juga.
Aku coba memberikan makanan kesukaan nya. Dari ikan, ayam, sampe susu kental manis. Ikan goreng ku kasih Yoyen tak makan, ayam goreng pun sama. Disentuh pun tidak. Tapi lain hal dengan susu kental manis, Yoyen suka betul. Dia terus menjilati piring tempat aku menuangkan susu tadi.
”Kenapa pula’ dengan ayang Oyen niy.....” keluh ku



Tibalah saat aku makan siang, Yoyen seperti biasa mendekati ku. Menunggu untuk dikasih oleh ku barang sesuir ikan ataupun daging ayam. Aku pun tak tega membiarkannya begitu saja. Mukanya yang polos dan ganteng itu membuat ku tak kuasa menolak setiap permintaan nya. Tapi, apa yang terjadi. Dia tetap saja tak mau makan. Makin bingung aku dibuatnya. Ku coba mengunyah ikan tersebut lalu ku beri ikan yang ku kunyah itu ke dia. Eh............ ternyata eh ternyata dia mau. Usut punya usut ternyata karena Yoyen itu sudah tidak muda lagi maka sistem pencernaan nya sudah tidak bagus lagi. Dia sering tersedak. Sudah nggak bisa lagi makan yang kasar-kasar. Jadi klo makan perlu dilumerkan. Kasian betul lah... si ayang Oyen niy........
Tak terasa sudah mau udzur juga dirimu nak! Ya sudahlah... umur mu mungkin memang sangat pendek sama seperti umur mami, om, dan tante mu dulu. Umur mereka juga pendek.
2 komentar

Uyaq temen qt Menikah lho!

Barokallahu laka wabarokah alaika wa jama’a bainakuma fii khoirin.



Tepat tanggal 26 Februari 2010 kemarin temen kita Surya Maryana (Nana/Uyaq) telah melepas status singlenya dengan seorang lelaki yang berdomisili di Jakarta bernama Ahmad Syuhaibi. Usia yang terpaut cukup jauh sekitar 7 tahun, tidak membuat Surya berfikir lama untuk menerima pinangan dari Ahmad.
Aku sebagai teman lama mu, Cuma bisa hadir dan mengirimkan do’a untuk kalian berdua. Semoga di kehidupan baru nanti, Surya bisa tambah dewasa. Jangan kekanak-kanakan lagi ya Sur. …..
Buat temen-temen alumni SMA N 1 (SMANSA) Batam angkatan 2006, terutama Riza, Yanti, Hazar, Linda, Agus, Ari, Citro, Preti, Atika dsb yang sekarang masih menuntut ilmu di negeri orang cepet lah pulang ke Batam. Bangun lah Kota Batam kita tercinta ini...... dan klo married jangan di sana, tapi di Batam aja biar aku bisa menghadirinya okey guys!
Rabu, 24 Februari 2010 4 komentar
Hai teman, ku punya buku yang judulnya “Snack for the Soul” karangan A. Puryan “Blitzer”. Aku membeli buku ini tahun 2008 silam. Dan buku ini salah satu bacaan favoritku hingga kini. Kenapa? Karena banyak hikmah dalam tulisan ini, ditambah lagi kalimatnya ringan. Nggak seperti buku nya Anis Matta yang pabila aku membaca tulisan beliau hampir setiap detik keningku selalu berkerut. (he.. maaf ya pak….)

Kali ini aku mau menuliskan kembali isi dari salah satu judul kecil di dalam buku “Snack for the Soul”. Judulnya “Juara Sejati”. Semoga bermanfaat.

“Urusan kita dalam kehidupan ini bukanlah untuk mendahului orang lain, tetapi untuk melampaui diri kita sendiri, untuk memecahkan rekor kita sendiri, dan untuk melampaui hari kemarin dengan hari ini.” (Stuart B. Johnson)

Suatu hari, seorang anak mengikuti lomba mobil balap mainan. Suasana sangat meriah siang itu karena ini adalah babak final. Hanya tersisa empat orang, dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang mereka miliki. Semuanya buatan sendiri, sesuai dengan peraturannya.

Diantara para peserta, ada seorang anak bernama Yoyen (bukan nama sebenarnya). Mobilnya tidak istimewa, tapi dia termasuk dalam empat orang tersebut. Dibanding dengan semua lawannya, mobil Yoyen lah yang paling tidak sempurna. Bahkan, beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu dengan mobil lainnya.

Memang mobil itu tidak begitu menarik. Dengan kayu sederhana dan lampu kelip diatasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil lainnya. Namun, Yoyen tetap bangga dengan mobilnya. Karena itu buatan tangannya sendiri dibantu sama k’nophe juga siy… (he… nggak ding becanda!)

Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak bersiap di garis start untuk mendorong mobilnya sekencang-kencangnya. Di setiap jalur lintasan telah bersiap empat mobil dengan empat pembalapnya.

Namun, sesaat kemudian, Yoyen meminta waktu sebentar kepada panitia lomba. Yoyen tampak komat-kamit seperti sedang membacakan sebuah doa (bukan dukun ya). Matanya terpejam. Semenit kemudian dia berkata,
”Ya! Aku siap!”
”Dor!!!” Tanda lomba telah dimulai



Dengan satu hentakan kuat mereka mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil melaju dengan kencangnya. Setiap orang bersorak-sorai. Bendera finish pun terlambai, berarti telah ada seorang pemenang. Ternyata Yoyenlah pemenang itu. Semua senang, begitu juga dengan Yoyen. Dia berbisik dalam hati,
“Terima kasih, Ya Alloh,”
Saat pemberian piala tiba, Yoyen maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya,
“Hai jagoan, ternyata Tuhan mengabulkan doamu untuk memenangkan pertandingan ini.”
Yoyen menjawab
”Tidak Pak, saya tidak berdoa untuk menang.”
“Rasanya tidak adil kalau kita meminta kepada Alloh untuk mengalahkan orang lain.” Lanjutnya
” Aku hanya memohon kepada Alloh, agar aku tidak menangis,jika aku kalah.”

”Keberhasilan kita dalam perlombaan adalah dengan mengalahkan rasa takut, keengganan, dan semua beban yang menghambat kita di garis start.”
5 komentar

Dicari pemimpin yang bisa melahirkan pemimpin

”Kalian adalah pemimpin, maka kalian akan dimintai pertanggungjawaban. Penguasa adalah pemimpin, maka akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Suami adalah pemimpin keluarganya, maka akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Istri adalah pemimpin (rumah tangga suaminya), maka akan dimintai pertanggungjawabannya. Pelayan adalah pemimpin (atas harta tuannya), maka akan dimintai pertanggungjawaban atas pengelolaannya. Oleh karena kalian adalah pemimpin, maka kalian akan dimintai pertanggungjawabannya.”
(HR. Bukhari-Muslim)


Kenapa begitu sulitnya mencari seorang pemimpin? Pertanyaan ini yang dari dulu selalu menghantui ku. Amanah yang sekarang ku emban membuat ku lumayan pusing. Karena aku ingin begitu meninggalkan wajihah yang sudah cukup lama mengisi dan menghiasi kehidupan ku selama lebih kurang 3 tahun ini, bisa tersenyum lepas. Dengan banyak nya kader yang berkualitas yang sudah dihasilkan selama lebih kurang 3 tahun ini. Itu impian ku saat ini. Tapi, apakah bisa?!?

Bakat kepemimpinan itu sebenarnya bukan diturunkan secara biologis dalam bentuk gen. Melainkan muncul karena terus diasah dan ditumbuh kembangkan. Memang, ada pemimpin yang fasih berbicara. Namun sebelumnya, kalau ia tidak memiliki ilmu, ia tidak sering berlatih, maka bisa jadi kata-katanya terpeleset pada kesalahan serta tidak sistematis alias berantakan.

Seseorang dikatakan memiliki jiwa kepemimpinan, bila kita dapat melihat kematangan pribadi dan karyanya. Ia memiliki visi yang sangat jauh ke depan. Ia mampu menggali dan mensinergikan potensi. Ia juga mampu memotivasi, baik lewat keteladanan, maupun kata-katanya yang arif, ini semua didapatkan melalui latihan-latihan yang memakan waktu yang cukup lama.

Mereka yang pernah merasakan kegagalan di masa silam, sesungguhnya merupakan aset yang paling berharga. Dengan bercermin pada kegagalan masa lalu, mereka akan lebih berhati-hati dalam melangkah. Intinya, seorang pemimpin itu pada dasarnya adalah orang yang selalu belajar dan terus mengembangkan kemampuannya.

Untuk tampil menjadi pemimpin langkah awal yang perlu dilakukan adalah:
1.Membaca potensi dirinya. Setelah potensi diri terbaca, baru meluaskan pengaruh dengan melihat potensi di luar dirinya.
2.Menanamkan program “bening hati” pada diri sendiri. Kebahagiaan hidup dan kesuksesan hidup itu sebenarnya didirikan di atas pondasi kemuliaan akhlak
3.Memelihara sistem kondusif saat mengembangkan kedua langkah tadi.
4.Membangun kekuatan diri dengan membangun kekuatan ruhiyah. (Abdullah Gymnastiar)
Senin, 15 Februari 2010 3 komentar

udah bisa jalan



Ini video Muhammad Alfatih. Sesuatu yang menakjubkan bisa melihat, merasakan, merekam detik demi detik moment pertumbuhan dan perkembangan nya Fatih.
Bentar lagi malah Fatih sudah mau punya adek lagi. Cepat rasanya waktu berlalu. Tanpa sadar Fatih sudah hampir setahun umurnya.

Mungkin video ini bisa memperlihatkan kepada 'ammah dan oom nya yang dulu sering ke rumah. Kayak 'ammah Ais, 'ammah Fira, 'ammah Ira, om Opik, om Sugi, om Amin, dan om Ijal. . he...he... (cuma mau bikin iri)

Yoyen dalam Kenangan

Yoyen dalam Kenangan

 
;