Tampilkan postingan dengan label keluarga dhienova. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keluarga dhienova. Tampilkan semua postingan
Selasa, 10 Juni 2014 0 komentar

Kegiatan baru

Seneng deh akhirnya ni blog bisa dibuka, fiuh....
Lumayan bisa ngisi waktu sambil jagain ruko. Oh ya, sekarang saya punya kesibukan baru yaitu sebagai admin di tempat bimbingan belajar kejar paket. Kenapa bisa?Awalnya sahabat yang sudah saya anggap kakak juga, tiba-tiba nelpon. Beliau minta saya jagain tempat bimbel tersebut karena suaminya tiba-tiba ditugaskan dari yayasan untuk bertugas ke tg. Pinang hingga waktu yang belum ditentukan. Memilih saya lebih kepada alasan waktu sudah mepet ,tidak ada waktu lagi 'tuk menyeleksi karyawan.

Lokasi: Legenda Point 

Di ruko masih bengong-bengong aja karena ni tempat baru buka. Jadi belum banyak yang tau. Hingga hari ini belum sampai 10 orang yang datang ataupun bertanya di fb dan BB. Tapi ya...nggak bengong banget siy. tetep ja riweuh karena saya membawa rombongan alias kedua anak gadis saya. Ini aja ngetik blog sambil gendong si kecil yang lagi bobok.

Berfoto dengan 2 anak gadis ku


Tidur siang di ruko


Karena masih sepi, menulis di blog bisa jadi salah satu obatnya. Yeyyy.

Kamis, 10 Oktober 2013 0 komentar

Dokter Kecil Ku

stetoskop jaman kuliah dulu

Seperti biasa setiap malam (klo Ayah di rumah) sebelum tidur Asya maen-maen dengan Ayah nya dulu. Ntah itu maen kuda-kudaan, tebak-tebakan gambar, bernyanyi bersama, sampe maen petak umpet. Kali ini tambah lagi agenda bermain nya Asya. Sekarang hobinya maen dokter-dokteran. Lihat stetoskop Bunda nganggur langsung deh dia beraksi. nempelin ujung stetoskop ke badan AyahBunda. 

Malam itu giliran diriku yang pertama diperiksanya. Karena diriku hari itu udah nggak sanggup 'tuk duduk lama-lama karena perut ku terus ngalami kontraksi. Jadinya mulai dari sore sampe malam yang kulakukan hanya berbaring sesekali duduk hanya untuk makan. 

Sehabis meriksa Bunda nya, seperti biasa Asya langsung nyuruh Bunda minum obat. Haha ku jawab aja "makacih Bu...". Asya pun langsung menjawab dengan manisnya "Iya..".

Giliran Ayah yang diperiksa. Dari ujung kepala mpe ujung kaki nggak luput dari sentuhan stetoskopnya. Hadeuh.... Ayah pun disuruh Asya 'tuk minum obat. Dengan berulang-ulang. "Ayah gk ada obat' jawab mas Herman. Tapi, Asya sepertinya nggak mau terima alasan "pasien" nya kali ini. Asya pun merengek-rengek sambil minta Ayahnya 'tuk minum obat. "Sudah lah, masa' setiap periksa disuruh minum obat" pinta mas Her. 

Aku pun tertawa geli dengan apa yang mas Her bilang. Karena mengingat fenomena sekarang. Klo kita berobat ke dokter yang ada di Indonesia, setiap pulang pasti membawa bekal obat. Minimal vitamin :).
Beda dengan dokter di luar negeri (seperti tautan di Fb yang pernah ku baca beberapa waktu yang lalu).

Yah..... klo pun suatu saat Asya bercita-cita jadi dokter, jadilah dokter yang cerdas dan kritis. Ngasih resep bukan karena ikutan senior. Jadilah dokter yang sholihah dan mensholihkan. Jangan menyesatkan pasien dengan "fatwa-fatwa" yang nggak rasional ya nak.... Amiiinn..

Aleesya Zaheera Dhienova, 23 bulan 

Senin, 09 September 2013 0 komentar

Calon Penghuni Baru di Cluster Daun F-6

Entah karena do'a ku yang diijabah oleh Allah ntah karena mas Her memang lagi membutuhkan. I don't know. Pasalnya akhir-akhir ini diriku pengen banget bisa nge-blog lagi. Menuangkan apa yang ada di fikiran baik itu di blog pribadi maupun di blog dagangan ku kelak :). Alhamdulillah mas Her masang wi-fi di rumah kami.

.....................

Cerita yang berbeda. Sesuai judul di atas, diriku ingin memperkenalkan (calon) penghuni baru di kediaman kami :). Saat aq menulis kan ini kira-kira umurnya sudah 22 minggu.

Ini hasil test packnya
Sewaktu gambar ini diambil, ayahnya Asya lagi di Tg.Pinang. Jadi ngabarinnya via WhatsApp :). Alhamdulillah akhirnya positif juga. Setelah menanti dari bulan Januari 2013 akhirnya Mei 2013 Allah memberikan jawaban.
Sebenarnya dulu nggak pengen buru-buru hamil lagi. Tapi karena ngeliat Asya seneng klo maen bareng ma anak-anak yang lain. Selalu narikin tangan Bundanya biar anterin dia ke tempat temennya. Ya... sudah nggak apa-apa deh biar Asya ada temen nya. Lagian ngelihat tetangga-tetangga di sini yang pada baru lahiran, anaknya masih baby jadi pengen punya baby lucu lagi.Jadinya ku lepasin deh tu suntik KB.

5-6 minggu
Saat USG pertama kali di BMC kehamilan ku sudah memasuki usia 5-6 minggu. Saat itu masih belum mual/muntah. Aku berusaha merubah mind set agar tidak mengalami morning/evening sicknees. Eh nggak tau nya mpe usia kandungan ku yang memasuki 5 bulan rasa mual itu pun masih ada.

19-20 minggu
Memang kehamilan kedua ku ini timbul rasa malas yang sangat. Mulai dari malas makan obat, minum susu, malas masak, malas nyisir rambut, sampe malas 'tuk cek kandungan. Karena sudah tahu kalo rasa mual yang aku alami selama hamil muda pertanda janin ku dalam keadaan sehat wal'afiat. Alhasil, cuma punya foto saat ia berusia 19-20 minggu. Minggu-minggu sebelumnya aku nggak punya. Nggak kayak mengandung Asya dulu. Diriku rajin....... banget minum obat, vitamin, susu, nyisir rambut, pengennya tiap bulan cek kandungan pokoknya rajin banget dah.
Cek terakhir berat badan ku turun 1 kg. Astaghfirullah.... padahal udah mau 5 bulan. Dokter Aad pun menenangkan ku dengan kalimat "Orang hamil nggak musti gemuk. Ni lihat bayi nya malah besar. Berat badannya sudah seperti bayi yang berumur 20 minggu padahal dia belum masuk 20 minggu"
Serrrrrr serasa ada angin segar yang menyapa kegusaran hatiku. Alhamdulillah, AllahuAkbar Maha Suci Allah.
Rabu, 13 Februari 2013 0 komentar

Aku bukan Wanita yang Kuat

Nggak terbayang sebelumnya kalau menjadi seorang Ibu membutuhkan kesabaran yang luar biasa. Dulu semasa gadis aku beranggapan bahwa aku akan pintar dalam mengontrol emosi jika berhadapan dengan anak-anak ku kelak. Tapi ternyata berbeda, serasa darah naik ke kepala. Berkali-kali istighfar tapi begitu mendengar rengekan Asya yang menjadi-jadi membuat ku kadang-kadang tidak bisa menahan emosi untuk bersuara lebih tinggi. Memang benar kalau menjadi Ibu Rumah Tangga itu stress nya lebih tinggi dari pada tingkat stress seorang wanita yang bekerja di luar rumah. Capek....
Kerjaan rumah dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi nggak ada habisnya. Apalagi kalau ada konflik dengan suami. Makin nggak sabar dalam menghadapi anak. Kadang aku berfikir enaknya kehidupan sebelum menikah. Mau tidur bisa kapan aja. Nggak perlu bangun setiap saat karena mendengar anak merengek minta susu. Mau pergi ke luar rumah bisa bebas ke sana kemari tanpa membawa tentengan yang beratnya lebih dari 3kg. Kalau capek kerja di kantor pulang tinggal makan.
Masya Allah...
Walhamdulillah...
Aku masih punya suami yang masih sehat, muda dan kuat. Jadi bisa berbagi dalam tugas rumah tangga. Allah Maha Tahu dengan keadaan hambaNya. Allah tahu kalau aku bukan termasuk wanita yang kuat dalam menanggung beban mengurus rumah dan tetek bengeknya.
Sabtu, 14 Januari 2012 0 komentar

15 Jan '11

Satu tahun sudah kita menjalani kehidupan bersama mas...
Ada banyak kejadian sudah yang kita alami
Ada suka maupun duka
Ada canda, tawa, sampai bergelimangan air mata
Mewarnai kehidupan kita selama satu tahun ini

Awal bersama bahkan hingga saat ini pun aku masih terkaget dengan kepribadian mu
Butuh kedewasaan dalam mengarungi bahtera rumah tangga ini
Saling memahami salah satu kunci nya

Satu per satu masalah dalam rumah tangga kita
terselesaikan, alhamdulillah
Walau tak bisa dielakkan
Kadang air mata pun turut serta mewarnai

Hanya agama saja yang bisa menjadi pegangan
selama kita masih komitmen untuk hidup bersama

Bersama kita perbaiki diri
Mas menjadi suami dan Ayah yang sholih dan men-sholihkan
Dan
Adek pun berusaha menjadi istri serta Bunda yang sholihah dan mensolihahkan
AMIIINN





Selamat Hari Pernikahan
yang ke satu tahun
15 Jan '12
Sabtu, 17 Desember 2011 3 komentar

Dahsyat nya meNikah

Seorang teman pernah menulis status di facebook (fb) kurang lebih curhatannya kalau dirinya ingin kembali menjadi anak kecil lagi yang hidup tanpa memikirkan hal yang berat-berat. Tanpa berfikir panjang aku mengomentari statusnya "klo aq sih gk mw, lbh enak kehidupan yg skrg".

Ya, klo difikir-fikir aq lebih memilih kehidupan yg sekarang. Memiliki teman hidup dan (alhamdulillah) buah hati yang cuaannnttiiikkk ***biasa pujian seorang Ibu kpd anak nya :p. Subhanallah meNikah itu benar-benar menggenapkan 1/2 lagi dien kita. meNikah itu suatu wadah yang halalllll untuk penyaluran rasa cinta, kasih, sayang dsb pada pasangan sehingga jika kita melaksanakan nya surga sudah menanti kita (amiiinn).

Wanita itu tercipta dari tulang rusuk nya laki-laki. Bukan dari kaki yang diinjak-injak, bukan pula dari kepala yang mesti laki-laki junjung. Tapi dari rusuk dekat dengan bahu, mesti dilindungi dekat juga dengan hati untuk dikasihi. Maka seorang suami wajib mengasihi dan melindungi istri tercintanya. Alhamdulillah hal seperti itu bisa kudapatkan dari Mamas ku.

Karena wanita itu seperti tulang rusuk yang bengkok, bila mencoba diluruskan dengan paksaan maka akan patah, jadi musti pelan-pelan. Begitu pula Mamas ku memperlakukan aku sebagai istri nya. Menurutnya itu yang terbaik bagi ku, tapi karena keterbatasan ku. Aku pun berjalan melenceng dari aturannya. Sampai sekarang sifat seperti itu masih ada pada diriku. Maklum sebagai anak sulung. Diriku lebih banyak mengatur, memerintah bukan diatur dan diperintah. Sebelum meNikah, jika ada aturan yang tidak sreg di hati aku akan langsung melawan. Tapi sekarang HARUS mau ikut apa kata suami (kecuali maksiat). *** maafin adek ya Mas...


Senin, 25 April 2011 1 komentar

Perkembangan Janin dari Minggu ke Minggu

Minggu ke-13

  • Ukuran janin sekarang adalah sekitar 7,4 cm dan beratnya 0,81 ons
  • Kemampuan menghisap dan menghembus mulai berkembang
  • Leher bayi tampak memanjang sehingga kepala "mulai terpisah" dengan dadanya
  • Dengan menggunakan alat Doppler, detak jantung bayi bisa terdengar


Minggu ke-14

  • Janin berukuran 8,7 cm dan beratnya sekitar 1,52 ons
  • Tulang janin lebih keras
  • Prostat pada janin laki-laki dan ovarium pada anak perempuan mulai berkembang
  • Kulit masih terlihat transparan dan tipis
  • Disekujur tubuh janin ditumbuhi bulu halus yang disebut lanugo yang akan melindungi tubuh janin. Pada usia ini, janin sudah belajar untuk menghisap jempol.
Jumat, 22 April 2011 0 komentar

(Akhirnya) Setelah Empat Bulan

Hampir genap empat bulan diriku vakum menorehkan tulisan di blog ku ini. Bukan karena malas atau kekurangan bahan untuk diposting (ngeles), tapi berhubung sekarang ku sudah punya tempat untuk berbagi cerita. Ya, berbagi cerita apaaaaaaaa aja.
Sebelum tgl 15 Jan 2011 tempat berbagi ku banyak, tapi hanya cerita tertentu saja yang bisa kuceritakan sedangkan yang agak privat nggak bisa ku ceritakan ke orang lain. Hanya sama Allah lah ku bisa buka-bukaan (ya iyalah...)
Hampir empat bulan sudah ku menjalani peran yang berbeda dari 23 tahun yang lalu. Ya, sebagai seorang istri dan (calon) bunda :). Tahun ini Allah memberikan dua kado
terbaik untuk ku. Suami yang penyayang dan calon anggota baru keluarga kecil kami. Alhamdulillah sekarang si kecil udah 13 minggu. Semoga Allah menjaga mu nak.






Serasa mimpi, baru kemarin resmi jadi istri orang, eh sekarang dah ada makhluk bernyawa yang numpang di rahim ku. Memasuki bulan ke-2 kehamilan serasa nggak punya semangat untuk beraktivitas dan
makan. pengen tidurrrrr teruss.... Alhamdulillah si mamas sabar dengan tingkah ku yang selalu uring-uringan nggak jelas.



Ya, seperti yang sudah ku tulis di atas tadi. Hampir tidak ada bahan untuk menulis di blog. semua yang ku rasa sudah ku limpahkan ke mamas. Dari masa kami ta'aruf, kami sudah membiasakan diri untuk berdiskusi. Dan alhamdulillah proses kami cepat dan dipermudah oleh Allah. Sekarang, semua nya kami utarakan biar sama-sama enak dan nyaman. Dan harapan ku semoga Allah tetap menjaga cinta-kasih di antara kami. Amiiinn..

Yoyen dalam Kenangan

Yoyen dalam Kenangan

 
;