Senin, 29 Juni 2015 1 komentar

Mengidolakan artis? Harus ya?!

Ini menurut aq lho ya....  Sekali lagi ini menurut aq.  Suka heran dengan orang yang "katanya"  sudah ikut Tarbiyah tapi suka mengidola kan artis-artis di tipi. Bukan kah selayaknya ikhwan wa akhwat itu mengidolakan Rasulullah / istri/ sahabati-yah. Ini bukan asal fikiran aq siy,  tapi aq sudah melalui proses itu.  Setelah menjalani tarbiyah secara rutin perlahan -  lahan rasa mengidolakan artis-artis di tipi mulai memudar dan menghilang. Bahkan sekelas artis yang sholihah seperti OSD pun aq tidak bisa mengidola kan nya.  Wallahu'alam
Jumat, 24 April 2015 0 komentar

Oppo ku sayang, oppo ku malang

Handphone OPPO ku mati total. Itu hp hibahan dari suami.  Dan sebenarnya aq suka banget dengan hp itu.  Kualitas camera nya bagus, hp nya tipis dan ringan karena batery nya menyatu dg hp dan tidak punya memory card.  Yah.. Gini jadinya,  pas hp rusak semua foto, video dan catatan ilangggggggggg. Astagfirullah..... (nangis bombay)
Sabtu, 18 April 2015 0 komentar

Emosi ku

Orang yang sudah lama mengenalku pasti sudah sangat mengenal sifat dan karakter ku (kePeDean bgt :p). Yak tapi rata-rata mereka tau bahwa aku orangnya mudah marah. Tapi (mungkin) hanya sedikit yang tau bahwa aku orang yang sangat sayang dengan orang tua,adik, suami, anak dan sahabat. Aku bisa sangat marah dan membela habits-habisan bila orang-orang tersebut tersakiti oleh orang lain. Nggak tau kenapa naluri seperti itu keluar begitu saja.
Di luar, orang mungkin mengira aku tidak sayang dengan adik kandung ku yang paling besar.Karena kami sering berantem. Tapi, jika ada orang yang nge-bully ato ngata-ngatain dia, aku orang yang paling tersakiti dan akan terdepan menghadapi orang tsb. Seperti kejadian di SD. Adik ku itu dibully oleh teman yang cowok. Nggak tahan setelah mendengar cerita orang-orang, anak cowok tersebut aku datangi lalu aku marahi. Tapi aku lupa apa dulu aku menghantam anak cowok itu dengan pukulan atau tidak. Yang jelas dulu aku sering maen pukul dan tinju dengan teman lelaki yang mencoba men-towel2 tangan ku ato mencoba ngintip rok ku. Habis perkara!!!!!

......................................................................................................................................

Hampir 4 tahun aku tinggal di perumahan ini. Tapi serasa semua orang di sini tidak suka dengan ku. Entah karena aku yang terlalu posesif dengan orang terkasih, entah karena aku orang yang suka blak-blakan dengan orang. Sehingga sering tidak terkontrol ucapan ketika mereka sudah "menyenggol" area "sensitif" ku. Contohnya seperti mereka telah melukai perasaan suami ku. Kewenangan nya dilanggar,harga diri yang diinjak-injak, menusuk dari belakang oleh teman sendiri. Entah kenapa aku yang merasa geram. Amarah ku membuncah. Karena mereka yang mengangkat suami ku lalu mereka menjatuhkan dan mencampakkan suami ku begitu saja seolah-olah suami ku tidak pernah ada (ah....bahasa ku puitis banget)
Hati sahabat ku pun terluka juga oleh perkataan ibu-ibu di sini. Kembali aku merasa tidak terima sahabat ku dikatakain yang tidak pantas seperti itu.
Baru-baru ini pun mamakQ seperti kemasukan syetan dari mana, omongan nya pedaaaaaassss banget. Secara langsung beliau sudah menghina aku dan keluarga kecil ku. Ya Allah........ 
Sabtu, 11 April 2015 0 komentar

(catatan singkat) Materi Ta'lim: Rahasia Sukses

Bismillah....
Tanggal: 11April 2015
Pemateri : Ust. Bambang Dipoyono
Tempat : Mushalla Al-Fallah perum.Cluster Daun 

5 Kunci Rahasia Sukses:
1) Kekuatan dari berfikiran positif (khusnudzon)
2) Fighting spirit, persistence, endurance
3) Spirit pembelajaran
4) Melakukan hal-hal yang baik dalam hidup
5) Merajut kedekatan spiritual dengan sang Ilahi 











Minggu, 22 Maret 2015 0 komentar

(Rangkuman) Materi Ta'lim : Akhlak dalam Bertetangga

Bismillahirrohmaanirrohiim

Tanggal: 20 Maret 2015
Pemateri : Ust. Rifa'i, Lc
Tempat : Kediaman teteh Dewi, perum.Cluster Daun 

"Ibu-ibu mana yang lebih penting Ibadah atau akhlak?" Tanya ustadz kepada kami sebagai peserta pengajian 
Rata-rata semua menjawab ibadah. Karena mengacu pada rukun Islam.
"Nah, mari kita bahas rukun Islam satu per satu. Adakah hubungan dengan akhlak?"


Pertama shalat: Shalat berjamaah tidak pernah tinggal, qiyamul lail rutin, dhuha tak pernah tinggal tapi masih sering menebar fitnah ke orang lain. Dan ada ayat yang berbunyi "Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar".
Kedua puasa: ??? (lupa kemaren beliau ngomong apa hehe)
Ketiga zakat : pada saat kita memberikan zakat, infaq ato shodaqoh tapi kita memberi sambil menyindir si penerima zakat 
Keempat haji: pada saat melaksanakan haji tiba saat menncium hajar aswad atau thawaf kita malah menyikut jamaah yang lain.

"Nah, semua bermuara ke akhlak kan Bu? sebagaimana hadist Rasulullah SAW "Sesungguhnya aku diutuskan untuk menyempurnakan AKHLAK".
................................................................................................................

Tetangga itu yang mana siy ???
yang tergolong tetangga bagi kita adalah setiap orang yang menurut adat kebiasaan setempat dianggap sebagai tetangga kita.
Hak dan kedudukan tetangga bagi seorang muslim sangatlah besar dan mulia. Sampai-sampai sikap terhadap tetangga dijadikan sebagai indikasi keimanan. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ
Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia muliakan tetangganya” (HR. Bukhari 5589, Muslim 70)
Bahkan besar dan pentingnya kedudukan tetangga bagi seorang muslim sangatlah ditekankan, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
مَا زَالَ جِبْرِيْلُ يُوْصِيْنِيْ بِالْـجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ سَيُوَرِّثُهُ
Jibril senantiasa menasehatiku tentang tetangga, hingga aku mengira bahwa tetangga itu akan mendapat bagian harta waris” (HR. Bukhari 6014, Muslim 2625)
Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin menjelaskan: “Bukan berarti dalam hadits ini Jibril mensyariatkan bagian harta waris untuk tetangga karena Jibril tidak memiliki hak dalam hal ini. Namun maknanya adalah beliau sampai mengira bahwa akan turun wahyu yang mensyariatkan tetangga mendapat bagian waris. Ini menunjukkan betapa ditekankannya wasiat Jibril tersebut kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam” (Syarh Riyadhis Shalihin, 3/177)

Anjuran Berbuat Baik Kepada Tetangga

Karena demikian penting dan besarnya kedudukan tetangga bagi seorang muslim, Islam pun memerintahkan ummatnya untuk berbuat baik terhadap tetangga. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) :
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang memiliki hubungan kerabat dan tetangga yang bukan kerabat, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri” (QS. An Nisa: 36)
Syaikh Abdurrahman As Sa’di menjelaskan ayat ini: “Tetangga yang lebih dekat tempatnya, lebih besar haknya. Maka sudah semestinya seseorang mempererat hubungannya terhadap tetangganya, dengan memberinya sebab-sebab hidayah, dengan sedekah, dakwah, lemah-lembut dalam perkataan dan perbuatan serta tidak memberikan gangguan baik berupa perkataan dan perbuatan” (Tafsir As Sa’di, 1/177)
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda:
خَيْرُ اْلأَصْحَابِ عِنْدَ اللهِ خَيْرُهُمْ لِصَاحِبِهِ ، وَخَيْرُ الْـجِيْرَانِ عِنْدَ اللهِ خَيْرُهُمْ لِـجَارِهِ
Sahabat yang paling baik di sisi Allah adalah yang paling baik sikapnya terhadap sahabatnya. Tetangga yang paling baik di sisi Allah adalah yang paling baik sikapnya terhadap tetangganya” (HR. At Tirmidzi 1944, Abu Daud 9/156, dinilai shahih oleh Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah 103)
Maka jelas sekali bahwa berbuat baik terhadap tetangga adalah akhlak yang sangat mulia dan sangat ditekankan penerapannya, karena diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Ancaman Atas Sikap Buruk Kepada Tetangga

Disamping anjuran, syariat Islam juga mengabakarkan kepada kita ancaman terhadap orang yang enggan dan lalai dalam berbuat baik terhadap tetangga. Bahkan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menafikan keimanan dari orang yang lisannya kerap menyakiti tetangga. Beliau Shallallahu’alaihi Wasallam bersabdaL
وَاللهِ لَا يُؤْمِنُ ، وَاللهِ لَا يُؤْمِنُ ، وَاللهِ لَا يُؤْمِنُ . قِيْلَ: وَ مَنْ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: الَّذِيْ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ
Demi Allah, tidak beriman, tidak beriman, tidak beriman. Ada yang bertanya: ‘Siapa itu wahai Rasulullah?’. Beliau menjawab: ‘Orang yang tetangganya tidak aman dari bawa’iq-nya (kejahatannya)‘” (HR. Bukhari 6016, Muslim 46)
Syaikh Ibnu Utsaimin menjelaskan: “Bawa’iq maksudnya culas, khianat, zhalim dan jahat. Barangsiapa yang tetangganya tidak aman dari sifat itu, maka ia bukanlah seorang mukmin. Jika itu juga dilakukan dalam perbuatan, maka lebih parah lagi. Hadits ini juga dalil larangan menjahati tetangga, baik dengan perkataan atau perbuatan. Dalam bentuk perkataan, yaitu tetangga mendengar hal-hal yang membuatnya terganggu dan resah”. Beliau juga berkata: ”Jadi, haram hukumnya mengganggu tetangga dengan segala bentuk gangguan. Jika seseorang melakukannya, maka ia bukan seorang mukmin, dalam artian ia tidak memiliki sifat sebagaimana sifat orang mukmin dalam masalah ini” (Syarh Riyadhis Shalihin, 3/178)
Bahkan mengganggu tetangga termasuk dosa besar karena pelakunya diancam dengan neraka. Ada seorang sahabat berkata:
يا رسول الله! إن فلانة تصلي الليل وتصوم النهار، وفي لسانها شيء تؤذي جيرانها. قال: لا خير فيها، هي في النار
Wahai Rasulullah, si Fulanah sering shalat malam dan puasa. Namun lisannya pernah menyakiti tetangganya. Rasulullah bersabda: ‘Tidak ada kebaikan padanya, ia di neraka’” (HR. Al Hakim dalam Al Mustadrak 7385, dinilai shahih oleh Al Albani dalam Shahih Adabil Mufrad 88)
Sebagaimana Imam Adz Dzahabi memasukan poin ‘mengganggu tetangga’ dalam kitabnya Al Kaba’ir (dosa-dosa besar). Al Mula Ali Al Qari menjelaskan mengapa wanita tersebut dikatakan masuk neraka: “Disebabkan ia mengamalkan amalan sunnah yang boleh ditinggalkan, namun ia malah memberikan gangguan yang hukumnya haram dalam Islam” (Mirqatul Mafatih, 8/3126).

Bentuk-Bentuk Perbuatan Baik Kepada Tetangga

Semua bentuk akhlak yang baik adalah sikap yang selayaknya diberikan kepada tetangga kita. Diantaranya adalah bersedekah kepada tetangga jika memang membutuhkan. Bahkan anjuran bersedekah kepada tetangga ini sangat ditekankan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam :
لَيْسَ الْـمُؤْمِنُ الَّذيْ يَشْبَعُ وَجَارُهُ جَائِعٌ إلَى جَنْبِهِ
Bukan mukmin, orang yang kenyang perutnya sedang tetangga sebelahnya kelaparan” (HR. Al Baihaqi dalam Sunan Al Kubra 18108, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah 149)
Beliau juga bersabda:
إِذَا طَبَخْتَ مَرَقًا فَأَكْثِرْ مَاءَهُ ، ثُمَّ انْظُرْ أَهْلَ بَيْتٍ مِنْ جِيْرَانِكَ فَأَصِبْهُمْ مِنْهَا بِمَعْرُوْفٍ
Jika engkau memasak sayur, perbanyaklah kuahnya. Lalu lihatlah keluarga tetanggamu, berikanlah sebagiannya kepada mereka dengan cara yang baik” (HR. Muslim 4766)
Dan juga segala bentuk akhlak yang baik lainnya, seperti memberi salam, menjenguknya ketika sakit, membantu kesulitannya, berkata lemah-lembut, bermuka cerah di depannya, menasehatinya dalam kebenaran, dan sebagainya.
...................... .................................................................................................

Pertanyaan dari peserta ta'lim:
* Bagaimana dengan orang yang berpendapat bahwa lebih baik berdiam di dalam rumah daripada bergabung dengan tetangga di luar karena dia merasa jika bergabung dengan tetangga yang lain akan melakukan ghibah? 

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Rahimahullah berkata,           “Ketahuilah, bahwa yang paling utama adalah seorang Mukmin yang bergaul dengan manusia dan sabar atas gangguan mereka. Orang yang seperti itu lebih utama dari seorang Mukmin yang tidak bergaul dengan manusia dan tidak sabar atas gangguan mereka.  

"Justru kalau mendem sendiri di rumah fikiran-fikiran negatif akan lebih banyak muncul. Kalau pun yang dikatakan takut melakukan ghibah. Maka saat kita berghibah langsung lah beristighfar dan bertaubat dan jika itu tetangga kita maka kita ingatkan. Lakukan terus seperti itu sebagai cara kita melatih untuk berkata yang baik-baik saja".



Kamis, 19 Maret 2015 3 komentar

Yang Penting Nulis

Memang lha ya baru kebakar tuk nulis lagi setelah kk Ira Marby nge-share tulisan nya di facebook. Klo nggak tu yaa.... ntah sampe kapan mau buka lappy tuk nulis.
..............................................................................................

By the way baru malam pukul 11:23 baru bisa ngeblog padahal janji dengan kk Ira sehabis masak tadi siang. Yah...mau gimana lagi bener-bener nunggu dua bocah tidur dulu baru bisa buka laptop. Kalo masih nekat buka laptop bisa berebutan laptop jadinya.

Bingung juga mau nulis apa malam ini,padahal dari kemaren udah menumpuk ide dalam kepala ini tuk dituang dalam blog. Ya sudah kali ini aku cuma mau ngabarin kalau anak ku yang sulung Asya besok akan nerima raport per 3bulan. Penasaran dengan perkembangannya selama 4 bln sekolah di sana. Kabar yang bungsu Rana, dia sedang demam sejak hari ahad. Karena giginya numbuh rame2. Dan saya tau luar biasa sakitnya. Dia rewel banget. Makanya baru jam segini aku baru bisa ngeblog. demi setor janji ke kk Ira hehe.

Yo wes, mpe sini ja dulu ya. Besok ato lusa ato mggu depan ato bulan depan ato mungkin tahun depan eyke ngeblog lagi haha. Nggak bisa janji soalnya 

Sabtu, 21 Juni 2014 0 komentar

Ikhwan Juga Manusia

Ikhwan juga manusia
Dia bisa egois
Dia bisa malas kerja
Dia bisa tidak peka
Dia bisa salah
Dia bisa ....... segala nya, karena dia manusia biasa juga

Nasehat 'tuk para akhwat yang berstatus single
jangan sampai "buta" melihat seorang ikhwan yang akan menjadi suami mu kelak
Pada saat ta'aruf lha disana kau dituntut 'tuk betul-betul mengenal calon suami dan ayah dari anak-anak mu
Jangan ragu 'tuk mencari tau dengan orang-orang yang berada di sekitarnya
Jangan malu 'tuk bertanya kepada yang lebih berpengalaman
dalam menjalani biduk rumah tangga

Menikah itu tak selamanya indah kawan
Tidak setiap hari tawa dan senyum menyertai mu teman
Ada saat dimana kau akan terkaget-kaget dengan sifat dan perilaku teman tidurmu
Ada saat kau merasa "menyesal" kenapa dulu tidak aku tanyakan ini pada suami mu itu
Ada saat dimana kalian berdua hidup tanpa uang

Manfaat kan lha jeda antara masa ta'aruf dengan ijab qabul
sebagai masa mencari tahu bagaimana wataknya calon suami mu itu
Tinggalkan ia ,jika ia gampang terpancing emosinya
Tinggalkan ia, jika ia malas bekerja
Tinggalkan ia, jika ia tidak sayang dengan orang tua mu
Tinggalkan ia, jika ia menikahi mu agar ada yang bisa mengurusi rumahnya

Ikhwan juga manusia.
Jangan "buta" dalam menilai calon suami mu kelak
Pilih lah benar-benar
Ikutkan Allah dalam memilihnya
Ikhwna juga manusia

Yoyen dalam Kenangan

Yoyen dalam Kenangan

 
;