Jumat, 26 Februari 2010 2 komentar

Yoyen Sakit



“Kayaknya Yoyen sakit deh!” kata si emak
”Habisnya dia tak mau makan, diem.... aja terus” tambah nya lagi
Kenapa pula’ dengan si Yoyen? Perasaan klo qt semua makan dia selalu nimbrung di situ. Minta makan juga.
Aku coba memberikan makanan kesukaan nya. Dari ikan, ayam, sampe susu kental manis. Ikan goreng ku kasih Yoyen tak makan, ayam goreng pun sama. Disentuh pun tidak. Tapi lain hal dengan susu kental manis, Yoyen suka betul. Dia terus menjilati piring tempat aku menuangkan susu tadi.
”Kenapa pula’ dengan ayang Oyen niy.....” keluh ku



Tibalah saat aku makan siang, Yoyen seperti biasa mendekati ku. Menunggu untuk dikasih oleh ku barang sesuir ikan ataupun daging ayam. Aku pun tak tega membiarkannya begitu saja. Mukanya yang polos dan ganteng itu membuat ku tak kuasa menolak setiap permintaan nya. Tapi, apa yang terjadi. Dia tetap saja tak mau makan. Makin bingung aku dibuatnya. Ku coba mengunyah ikan tersebut lalu ku beri ikan yang ku kunyah itu ke dia. Eh............ ternyata eh ternyata dia mau. Usut punya usut ternyata karena Yoyen itu sudah tidak muda lagi maka sistem pencernaan nya sudah tidak bagus lagi. Dia sering tersedak. Sudah nggak bisa lagi makan yang kasar-kasar. Jadi klo makan perlu dilumerkan. Kasian betul lah... si ayang Oyen niy........
Tak terasa sudah mau udzur juga dirimu nak! Ya sudahlah... umur mu mungkin memang sangat pendek sama seperti umur mami, om, dan tante mu dulu. Umur mereka juga pendek.
2 komentar

Uyaq temen qt Menikah lho!

Barokallahu laka wabarokah alaika wa jama’a bainakuma fii khoirin.



Tepat tanggal 26 Februari 2010 kemarin temen kita Surya Maryana (Nana/Uyaq) telah melepas status singlenya dengan seorang lelaki yang berdomisili di Jakarta bernama Ahmad Syuhaibi. Usia yang terpaut cukup jauh sekitar 7 tahun, tidak membuat Surya berfikir lama untuk menerima pinangan dari Ahmad.
Aku sebagai teman lama mu, Cuma bisa hadir dan mengirimkan do’a untuk kalian berdua. Semoga di kehidupan baru nanti, Surya bisa tambah dewasa. Jangan kekanak-kanakan lagi ya Sur. …..
Buat temen-temen alumni SMA N 1 (SMANSA) Batam angkatan 2006, terutama Riza, Yanti, Hazar, Linda, Agus, Ari, Citro, Preti, Atika dsb yang sekarang masih menuntut ilmu di negeri orang cepet lah pulang ke Batam. Bangun lah Kota Batam kita tercinta ini...... dan klo married jangan di sana, tapi di Batam aja biar aku bisa menghadirinya okey guys!
Rabu, 24 Februari 2010 4 komentar
Hai teman, ku punya buku yang judulnya “Snack for the Soul” karangan A. Puryan “Blitzer”. Aku membeli buku ini tahun 2008 silam. Dan buku ini salah satu bacaan favoritku hingga kini. Kenapa? Karena banyak hikmah dalam tulisan ini, ditambah lagi kalimatnya ringan. Nggak seperti buku nya Anis Matta yang pabila aku membaca tulisan beliau hampir setiap detik keningku selalu berkerut. (he.. maaf ya pak….)

Kali ini aku mau menuliskan kembali isi dari salah satu judul kecil di dalam buku “Snack for the Soul”. Judulnya “Juara Sejati”. Semoga bermanfaat.

“Urusan kita dalam kehidupan ini bukanlah untuk mendahului orang lain, tetapi untuk melampaui diri kita sendiri, untuk memecahkan rekor kita sendiri, dan untuk melampaui hari kemarin dengan hari ini.” (Stuart B. Johnson)

Suatu hari, seorang anak mengikuti lomba mobil balap mainan. Suasana sangat meriah siang itu karena ini adalah babak final. Hanya tersisa empat orang, dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang mereka miliki. Semuanya buatan sendiri, sesuai dengan peraturannya.

Diantara para peserta, ada seorang anak bernama Yoyen (bukan nama sebenarnya). Mobilnya tidak istimewa, tapi dia termasuk dalam empat orang tersebut. Dibanding dengan semua lawannya, mobil Yoyen lah yang paling tidak sempurna. Bahkan, beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu dengan mobil lainnya.

Memang mobil itu tidak begitu menarik. Dengan kayu sederhana dan lampu kelip diatasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil lainnya. Namun, Yoyen tetap bangga dengan mobilnya. Karena itu buatan tangannya sendiri dibantu sama k’nophe juga siy… (he… nggak ding becanda!)

Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak bersiap di garis start untuk mendorong mobilnya sekencang-kencangnya. Di setiap jalur lintasan telah bersiap empat mobil dengan empat pembalapnya.

Namun, sesaat kemudian, Yoyen meminta waktu sebentar kepada panitia lomba. Yoyen tampak komat-kamit seperti sedang membacakan sebuah doa (bukan dukun ya). Matanya terpejam. Semenit kemudian dia berkata,
”Ya! Aku siap!”
”Dor!!!” Tanda lomba telah dimulai



Dengan satu hentakan kuat mereka mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil melaju dengan kencangnya. Setiap orang bersorak-sorai. Bendera finish pun terlambai, berarti telah ada seorang pemenang. Ternyata Yoyenlah pemenang itu. Semua senang, begitu juga dengan Yoyen. Dia berbisik dalam hati,
“Terima kasih, Ya Alloh,”
Saat pemberian piala tiba, Yoyen maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya,
“Hai jagoan, ternyata Tuhan mengabulkan doamu untuk memenangkan pertandingan ini.”
Yoyen menjawab
”Tidak Pak, saya tidak berdoa untuk menang.”
“Rasanya tidak adil kalau kita meminta kepada Alloh untuk mengalahkan orang lain.” Lanjutnya
” Aku hanya memohon kepada Alloh, agar aku tidak menangis,jika aku kalah.”

”Keberhasilan kita dalam perlombaan adalah dengan mengalahkan rasa takut, keengganan, dan semua beban yang menghambat kita di garis start.”
5 komentar

Dicari pemimpin yang bisa melahirkan pemimpin

”Kalian adalah pemimpin, maka kalian akan dimintai pertanggungjawaban. Penguasa adalah pemimpin, maka akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Suami adalah pemimpin keluarganya, maka akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Istri adalah pemimpin (rumah tangga suaminya), maka akan dimintai pertanggungjawabannya. Pelayan adalah pemimpin (atas harta tuannya), maka akan dimintai pertanggungjawaban atas pengelolaannya. Oleh karena kalian adalah pemimpin, maka kalian akan dimintai pertanggungjawabannya.”
(HR. Bukhari-Muslim)


Kenapa begitu sulitnya mencari seorang pemimpin? Pertanyaan ini yang dari dulu selalu menghantui ku. Amanah yang sekarang ku emban membuat ku lumayan pusing. Karena aku ingin begitu meninggalkan wajihah yang sudah cukup lama mengisi dan menghiasi kehidupan ku selama lebih kurang 3 tahun ini, bisa tersenyum lepas. Dengan banyak nya kader yang berkualitas yang sudah dihasilkan selama lebih kurang 3 tahun ini. Itu impian ku saat ini. Tapi, apakah bisa?!?

Bakat kepemimpinan itu sebenarnya bukan diturunkan secara biologis dalam bentuk gen. Melainkan muncul karena terus diasah dan ditumbuh kembangkan. Memang, ada pemimpin yang fasih berbicara. Namun sebelumnya, kalau ia tidak memiliki ilmu, ia tidak sering berlatih, maka bisa jadi kata-katanya terpeleset pada kesalahan serta tidak sistematis alias berantakan.

Seseorang dikatakan memiliki jiwa kepemimpinan, bila kita dapat melihat kematangan pribadi dan karyanya. Ia memiliki visi yang sangat jauh ke depan. Ia mampu menggali dan mensinergikan potensi. Ia juga mampu memotivasi, baik lewat keteladanan, maupun kata-katanya yang arif, ini semua didapatkan melalui latihan-latihan yang memakan waktu yang cukup lama.

Mereka yang pernah merasakan kegagalan di masa silam, sesungguhnya merupakan aset yang paling berharga. Dengan bercermin pada kegagalan masa lalu, mereka akan lebih berhati-hati dalam melangkah. Intinya, seorang pemimpin itu pada dasarnya adalah orang yang selalu belajar dan terus mengembangkan kemampuannya.

Untuk tampil menjadi pemimpin langkah awal yang perlu dilakukan adalah:
1.Membaca potensi dirinya. Setelah potensi diri terbaca, baru meluaskan pengaruh dengan melihat potensi di luar dirinya.
2.Menanamkan program “bening hati” pada diri sendiri. Kebahagiaan hidup dan kesuksesan hidup itu sebenarnya didirikan di atas pondasi kemuliaan akhlak
3.Memelihara sistem kondusif saat mengembangkan kedua langkah tadi.
4.Membangun kekuatan diri dengan membangun kekuatan ruhiyah. (Abdullah Gymnastiar)
Senin, 15 Februari 2010 3 komentar

udah bisa jalan



Ini video Muhammad Alfatih. Sesuatu yang menakjubkan bisa melihat, merasakan, merekam detik demi detik moment pertumbuhan dan perkembangan nya Fatih.
Bentar lagi malah Fatih sudah mau punya adek lagi. Cepat rasanya waktu berlalu. Tanpa sadar Fatih sudah hampir setahun umurnya.

Mungkin video ini bisa memperlihatkan kepada 'ammah dan oom nya yang dulu sering ke rumah. Kayak 'ammah Ais, 'ammah Fira, 'ammah Ira, om Opik, om Sugi, om Amin, dan om Ijal. . he...he... (cuma mau bikin iri)
Jumat, 12 Februari 2010 2 komentar
Tulisan ini ku persembahkan untuk adik-adik yang sedang menjalani ujian di kampusnya masing-masing.
Diriku bukannya tidak pernah merasakan bangku sekolah dan perkuliahan. Apalagi merasakan tegangnya ujian. Oleh karena itu, cerita ku kali ini hanya bertujuan berbagi pengalaman.

Nikmatilah! proses


“Aduh! Aku malu kak dengan orang itu. Dia tadi yang ngawas ujian. Karena tadi ujian aku nyontek” kata adikku
”Ha?! Nyontek?” aku pun kaget
”Iya kak, karena soalnya pada hafalan. Banyak banget yang mau dihafal. Hafal pasal-pasal kak” bela adik ku
Percakapan di atas membuatku berfikir sebaiknya mereka yang sedang dalam ujian ini harus tahu ilmu tentang menikmati proses.

Proses adalah sesuatu yang harus kita nikmati dalam hidup ini. Why? Ternyata wahai adik ku, yang bernilai dalam hidup ini adalah proses bukan hasil akhir.
Dalam berproses kita hanya berkewajiban untuk menjaga 2 perkara yaitu selalu menjaga niat dan menyempurnakan ikhtiar, selebihnya terserah Alloh.

Seperti para mujahidin yg berjuang membela bangsa dan agama. Kemenangan bukanlah hal yg penting bagi mereka, karena menang-kalah itu hanya bersifat giliran yang akan datang kepada siapa saja atau sering disebut orang tergantung lucky/ hokinya. Namun, dalam hal ini yang terpenting adalah bagaimana selama berjuang niat mereka benar karena Alloh dan selama mereka berjuang akhlak mereka terjaga. Jika sudah melakukan itu maka pabila menang mereka mendapat pahala dan kalaupun terbunuh berarti insya Alloh menjadi syuhada.

Ketika berdagang pun, mendapatkan untung penjualan bukanlah yang terpenting. Karena uang sendiri sudah ada jalurnya, semua pasti mendapatkannya. Perkara uang sebenarnya tidak usah terlalu difikirkan. Alloh Maha Tahu kebutuhan kita daripada kita sendiri. Yang terpenting di sini adalah prosesnya. Misal, bagaimana selama berjualan kita selalu menjaga niat agar tidak pernah ada 1 mg pun hak orang lain yang terambil oleh kita. Kemudian, bagaimana ketika sedang berjualan kita tampil penuh keramahan dan penuh kemuliaan akhlak, bagaimana ketika sedang bisnis benar-benar kita menjaga kejujuran, tepat waktu dan janji-janji terpenuhi. Dalam mencari rezeki ada 2 perkara yang perlu selalu kita jaga yakni ketika sedang mencari, harus sangat jaga nilai-nilainya dan ketika berhasil memperolehnya distribusikanlah sekuat-kuatnya.

Termasuk ketika kita bersekolah dan kuliah. Kalau motivasi kuliah hanya untuk menikmati hasil ataupun hanya ingin mendapat gelar, bagaimana kalau sebelum wisuda kita sudah meninggal???? Oleh karena itu, yang terpenting dalam perkuliahan; tanya dulu pada diri, apa tujuan kita kuliah,kalau hanya untuk mencari isi perut sama dengan apa yang dikatakan oleh Imam Ali,
” Orang yang fikirannya hanya pada isi perut, maka derajat dia tidak akan jauh beda dengan yang keluar dari perutnya”
Jika hanya ingin mencari uang maka derajatnya tidaklah beda dengan pencuri atau koruptor yang fikirannya hanya uang semata.
Seharusnya, kuliah itu untuk menambah keluasan ilmu agar lebih bermanfaat banyak.

Dik, jika selama kuliah, sekolah, kursus kita menjaga kehormatan, nilai kejujuran, etika, dan tidak mau menyontek trus kita meninggal sebelum wisuda ataupun lulus. It’s not a big problem. Karena apa yang kita lakukan selama ini sudah menjadi amal kebaikan.
Begitupun pada saat melamar seseorang. Semua sudah ditetapkan, mulai dari tanggal pernikahan, tempat, EO, dsb. Tapi menjelang hari H si wanita mengundurkan diri atau akan menikah dengan orang lain, apa coba yang akan kita lakukan?
Rasa sakit hati adalah wajar dan sangat manusiawi. Namun, yang perlu diingat adalah jikalau niat sudah baik, dan caranya benar. Kalaupun tidak jadi menikah dengan dia, siapa tahu Alloh menyiapkan kandidat lain yang lebih baik.

Oleh sebab itu, jangan terpukau dengan hasil. Hasil yang bagus menurut kita belum tentu menurut Alloh juga bagus.
Berjuanglah untuk menjadi orang yang gemar menikmati proses agar hari-hari yang dilalui menjadi ladang perjuangan untuk menjadi ahli sabar, mampu mengendalikan hawa nafsu.

Pengalamanku

Semenjak kuliah di akademik, cara belajar ku pun berubah. Karena harus menyesuaikan dengan sistem kampus, dimana 60 % praktek dan 40 % nya teori. Padahal sewaktu masih duduk di bangku sekolah aku paling benci dengan praktek. Nilai praktekku tidak lebih tinggi dari nilai teoritis.

Makanya setiap materi di ruangan, aku berusaha memahami materi yang disampaikan oleh dosen. Kalau perlu sampai ke akar-akarnya aku harus tahu. Karena untuk membaca ulang dan menghafal aku harus membawa kamus kesehatan, dan aku tidak punya kamus itu. Satu-satunya jalan adalah dengan membuka kamus di perpustakaan, karena kamusnya tidak boleh dibawa pulang. Ribet kan?

Tapi, tidak semua materi bisa membuat ku berusaha untuk memahami lebih dalam. Karena ada beberapa faktor eksternal yang mempengaruhi mood ku. Bisa karena dosennya bisa juga karena –menurutku- ilmunya tidak terlalu ”nembak” dengan kebutuhan keperawatan sekarang dsb.

Karena perbedaan waktu perkuliahan dengan temen-temen KAMMI di poltek membuat aku harus pintar-pintar membagi waktu yang sempit untuk berkumpul di setiap aktivitas KAMMI. Dan alhamdulillah tidak banyak moment yang aku tinggalkan, semua dipermudah oleh Alloh. Sehingga, waktu belajar ku berkurang. Apalagi untuk menghafal materi perkuliahan tidak bisa.

Trus, bagaimana saat kuis, UTS, maupun UAS?
Untuk kuis aku mengulang di kelas 1 jam atau beberapa menit sebelum kuia berlangsung. Sedangkan UTS dan UAS, aku jarang sekali belajar untuk menghadapi ujian itu. Yang paling sering aku lakukan adalah membaca catatan atau buku cetak serta menghafal di atas ojek. Selebihnya aku hanya mengandalkan kefahaman ku selama proses perkuliahan.
Dan saat Ujian aku mengandalkan ikhtiar ”bersih” ku dan do’a. No nyontek! No ngopek!

Ujian tidak menyontek sudah dari SD ku lakukan. Dulu tekadnya sederhana, hanya ingin tahu seberapa jauh kepintaran ku selama mengikuti materi di sekolah. Tapi, sewaktu SMA sempet timbul penyesalan karena tidak menyontek. Takut tidak lulus, aku merasa seperti pecundang terlalu naif. Karena sebagian besar teman di SMA ku tidak murni bersih menjalani ujiannya dan itu sudah menjadi rahasia umum di SMA ku. Fikiran negatif membayangi ku setiap hari menjelang pengumuman kelulusan. Menangis sudah menjadi rutinitas harian. Hingga pada akhirnya aku mencurahkan isi hati yang sudah meluap-luap ini di hadapan MR. Barulah setelah mendapat nasehat dari beliau serasa sejuk hati ini dan mencoba belajar untuk pasrah dengan ketetapan terbaik yang akan Alloh berikan.

Alhamdulillah aku lulus 100 % murni hasil kerja keras. Aku bangga!

Sebenarnya banyak pengalaman-pengalaman luar biasa yang aku alami hanya karena aku percaya dengan kemampuan diri sendiri tanpa harus nyontek dengan orang lain. Selama kuliah, beberapa ujian yang aku jalani selalu mendapat nilai bagus kadang mendapat nilai tertinggi diantara teman-teman yang lain. Padahal, hari-hari sebelumnya aku tidak pernah menghafal materi ujian karena harus mengikuti kegiatan KAMMI ataupun kegiatan pengobatan gratis yang dulu paling sering aku ikuti.

Jangan dicontoh

Meskipun sering mendapat nilai tinggi walau tidak belajar. Bukanlah sesuatu yang terlalu membanggakan bagiku. Tetap cara belajar mengulang-ngulang materi adalah salah satu cara belajar yang efektif. Dimanapun berada jadikan tempat itu tempat belajar mu.

Pesan

Satu lagi, awal dari terciptanya sang koruptor adalah dari menyontek. Waspadalah! Waspadalah! Dengan kebiasaan buruk yang terlihat kecil dan enteng itu. Karena sesuatu yang besar itu terbentuk dari unit/ sel-sel kecil yang jika bergabung akan terbentuk sistem yang kompleks.
So,
No nyontek!
No ngopek!
Tetap PeDe dengan kemampuan yang kita miliki. Kalau bukan kita yang menghargai kemampuan diri sendiri siapa lagi ?!?
Selasa, 09 Februari 2010 4 komentar

Komisi Penghipnotis Koruptor (KPK)

Uya emang Kuya

Belakangan aku jadi keranjingan menonton acara sulap nya si Uya Tofu. Sesi yang ku suka adalah saat menghipnotis orang-orang yang lagi bermasalah. Dan pada saat inilah orang-orang tidak mau dihipnotis, takut kalau rahasia kelam di masa lalu kan terbongkar. Yah... bukan uya kuya namanya kalau nggak bisa menggaet orang untuk dihipnotis. Dengan senjata andalannya tissue dan api. Maka si Uya pun bisa membuat orang tertidur. Nah! Sesi ini yang ku nanti, tanya jawab antara si penghipnotis dan yang terhipnotis. Dari awal si Uya sudah memberikan sugesti bahwa bohong itu dosa. Maka dari tanya jawab tersebut sedikit banyak membuka aib si korban hipnotis. Dari cerita yang biasa hingga ke bagian yang vulgar. Dan hal seperti yang membuat penonton bisa terpingkal karenanya. Padahal mungkin aib yang diceritakan si korban pernah juga dialami oleh si penonton.

Angan-anganku.



Di saat siang yang panas terasa hingga mencapai 40 derajat celcius, tiba-tiba aku pun terfikir tentang kemaslahatan dari hipnotis. Kenapa nggak kemampuan hipnotis itu digunakan untuk menghipnotis orang-orang yang dicurigai dalam skandal Bank Century? Mungkin nggak perlu lama dan bertele-tele dalam menyelidiki skandal ini. Karena si penghipnotis akan memberikan sugesti awal bahwa bohong itu dosa. Setiap hari TV selalu menyajikan berita skandal Century yang membuat ku puyeng dengan macam-macam istilah perbankan dan tidak lupa pula istilah politik plus hukum. Dan mungkin perlu juga didirikan sebuah lembaga atau komisi yang mungkin kalau boleh aku beri nama Komisi Penghipnotis Koruptor (KPK). Jadi salah satu tugasnya itu menghipnotis para koruptor sehingga kasus korupsi bisa terbongkar mulai dari akar hingga kecabang-cabangnya atau mungkin buah yang sudah dihasilkan. Agar negara ini bersih dari KORUPSI.
Senin, 08 Februari 2010 5 komentar

Batam yang panas

Fiuh... Beberapa hari ini batam terasa sangat panas.begitu keluar rmh,kepala terasa nyut-nyut, penglihatan pun mnjd silau gk tahan rasanya. Ingin rasa ngadem di rumah seharian sambil minum teh obeng ato susu milo dingin ditambah donat yg lembut.ah... Nikmat rasanya.tapi, keinginan tdk smw nya bs tercapai,krn aq mw gk mw hrs pergi ke luar rumah jga.demi menunaikan amanah yg sdh aq trm scr sadar.

Demi liqo

ahad jadwal nya aq liqo.dan kali ni jam nya dipindah ba'da dzuhur.tmpt liqo yg lumayan susah ditempuh dg angkot membuat aq hrs jalan kaki berpayung sengatan matahari.membuat baju yg ku pakai basah dg keringat, pipiku memerah. Ow tidak...aq mengalami dehidrasi plus aq mengalami mual n pusing yg teramat sangat akibat terombang ambing angkot yg ugal-ugalan.

Akhirnya

Setiba di lokasi,aq pun langsung merebahkan badan di bawah kipas angin gantung.cukup lama wkt yg ku butuhkan untuk kembali normal.kenapa? Karena selain aq kegerahan,dehidrasi.sakit kepala ku pun gk bs bersahabat krn dipicu suasana ribut di tempat liqo.aq mencoba menikmati hal buruk yg aq alami saat tu. Alhamdulillah, keadaan tu bisa teratasi. Dan liqo hari itu ditutup dg makan kue kirai kuah gulai yg pedas dg tambahan acar.
Kamis, 21 Januari 2010 6 komentar

The Miracle of Prayer



Ini hanya sekedar berbagi cerita. Bagus tidaknya cerita tergantung penilaian yang baca tulisan ini. Beberapa hari yang lalu aq datang ke rumah MR SMA ku sekalian mau ambil buku yang sebelumnya ku titip dgn suami nya yang pergi ke Jakarta. Seperti biasa setiap aq datang ke rumahnya, beliau selalu bertanya apa aq sdh makan ato belum, lalu bertanya kondisi liqo ku dan berlanjut hingga berbicara ttg seorang umahat yang membuat usaha kue dan alhamdulillah sekarang lumayan sukses di Batam. Sebenarnya sih bukan mau cerita kiat sukses beliau membuat usaha kue, tapi MR ku malah menceritakan proses si Umahat mendapatkan jodohnya. Begini cerita nya.

Proses yang Kilat

Akhwat (si Umahat) ini adalah seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi negeri di Bandung, beliau merupakan aktivis yang subhanallah mempunyai semangat luar biasa. Padahal ia sedang menderita suatu penyakit dimana penyakit itu menyerang tulang belakang dan sempat membuat si akhwat tidak berdaya. Kemudian dokter pun menyatakan jika ingin sembuh maka cara yang dilakukan haruslah dgn cara menikah. Si akhwat pun bingung. Kemudian beliau pun berdoa. Kejadian ini terjadi menjelang Ramadhan. Maka dari awal Ramadhan pun ia berdo’a dengan sungguh-sungguh, meminta kepada Allah. Beliau meminta sembuhkan penyakitnya dan pertemukanlah ia dgn jodoh sesegera mungkin apabila memang menikahlah cara yang terbaik. Hingga pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan, beliau pun I’tikaf di mesjid Bandung. Beberapa hari kemudian sehabis beliau berdo’a, si akhwat pun disamperin oleh seorang ibu.


Si Ibu pun bercerita mengenai anak laki-lakinya yang sudah menduda dgn satu cucu yg masih sangat kecil. Anak laki-lakinya menduda karena menantunya meninggal disebabkan kanker. Karena sama-sama orang Sunda si Ibu dan akhwat pun nyambung dalam berbicara. Kemudian tiba-tiba dengan to the point si Ibu melamar si akhwat. Ternyata selama I’tikaf si Ibu sudah memperhatikan gerak-gerik si akhwat, hingga jatuhlah pilihan si Ibu terhadap akhwat tsb.


Pagi-pagi saat sahur, si Ibu memanggil anak lakinya tsb. Si Ibu dengan PeDe nya bilang ke anak lakinya bahwa si akhwat nerima pinangan dari Ibu. Jelas saja si akhwat kaget bukan kepalang. Karena si akhwat belum mengatakan ia setuju ato tidak dengan pinangan itu. Kemudian si akhwat melirik anak laki si Ibu tsb, eh malah jatuh cinta pada pandangan pertama. Karena si akhwat harus menjaga image nya maka si akhwat mengatakan bahwa dia harus bertanya dulu dengan orang tua nya. Si Ibu pun tidak keberatan, asal pernikahannya dilakukan sesegera mungkin karena anak lakinya tsb akan pulang ke Batam. Maka pada lebaran ke-3 pernikahan pun berlangsung. Benar-benar proses yang kilat dan luar biasa.





Petuah Murobbiyah

Pengalaman yg membuat aq merinding. Seperti cerita dalam cerpen FLP. Singkat dan manis. Jangan pernah meragukan kekuatan do’a. Jangan pernah bosan untuk berdo’a. Kita tidak pernah tahu kapan do’a kita dikabulkan Allah, jadi, berdo’a lah tiap waktu.
Kamis, 14 Januari 2010 0 komentar

Sehat VS Sakit – manakah yg lebih MAHAL?




“Allah lebih menyukai muslim yg kuat daripada muslim yang lemah”

Dari aq SD hingga kuliyah istilah “ sehat itu mahal” begitu lekat di telinga. Hingga menjelang akhir study ku di AkPer istilah itu pun membuat ku berontak kecil. Masa’ sehat mahal sih! Bukannya justru sakit yg mahal. Tidak bisa dipungkiri lagi klo tubuh dan jiwa kita ada yg terganggu pasti melakukan apapun tidak comfort ‘n enjoy. Oleh sebab itu, dengan naluri kemanusiaan nya si manusia mencari solusi dalam bentuk mencari “obat” baik itu pergi ke praktek dokter umum, klinik, puskesmas, RSU, RS Swasta, RSJ, panti pijat / tukang urut, sin she, dukun, bidan, ato pun meracik obat sendiri alias memanfaatkan tanaman2 sekitar yg menurut sebagian masyarakat berkhasiat.

Kita kembali ke istilah “sakit itu mahal”. Ya iyalah coba kita hitung kasar. Misal di sore menjelang maghrib seorang anak mengalami demam. Pertolongan pertama yg Ibu berikan mengkompres anak dg air hangat, kemudian krn khawatir sudah 1 jam demam gk turun si Ibu membeli obat demam di warung dekat rumah (uang keluar), panas si anak turun, eh ternyata beberapa jam kemudian demam lagi. Sontak si Ibu dan Ayah bertambah resah. Akhirnya malam itu juga si Anak dibawa ke praktek dokter umum yg masih buka. Si Dokter pun memberikan beberapa obat (biasanya paracetamol, antibiotik, dan multivitamin itu wajib ada)- (uang keluar)- plus biaya jasa dokter dan perawat kemudian dokter pun menyebutkan biaya pengobatan yg hrs dibayar oleh ortu si Anak tsb. Kemudian pulang lah si keluarga itu. 2 hari kemudian si keluarga itu datang lagi dg keluhan si Anak masih demam. Kemudian dokter pun menyarankan agar darah si Anak dicek laboratorium. Si Ortu pun menyetujuinya (uang keluar). Beberapa jam kemudian hasil lab sudah bisa diterima oleh dokter yg menyarankan tadi. Maka si dokter pun menyatakan si Anak mengidap Demam Berdarah Dengue (DBD). Si Ortu pun kaget dan sedih. Mereka meminta saran bagaimana sebaiknya, si Dokter pun menyarankan bisa diopname atau dirawat di rumah saja dgn memperhatikan secara ketat input dan output cairan si Anak.




Jika si ortu memilih dirawat di rumah saja, maka cerita selanjutnya si ortu terpaksa membeli banyak minuman rasa seperti jus buah krn si Anak gk suka minum air putih (uang keluar). Ato memilih utk dirawat di RS (uang keluar). Si ortu akan bertemu dg dokter umum yg ada di Emergency (uang keluar) si Anak diinfus (uang keluar). Kemudian si Anak akan dirawat di salah satu kamar RS (uang keluar). Jika botol infus habis maka botol infus pun diganti lagi (uang keluar). Belum lagi obat yg harus diberikan utk si anak saat diopname (uang keluar). Begitu terus selanjutnya hingga hari ke 7.

Berapa Banyak kalimat “uang keluar” saya tulis di wacana di atas. Itu masih uang keluar yg saya anggap normal, blm lg uang keluar yg bersifat incidental.
Bayangkan berapa rupiah yg dikeluarkan oleh si Ortu dari penyakit yg diderita si Anak. So, Sakit itu Mahal kan?!?
Senin, 11 Januari 2010 2 komentar

Intelijen AS Buka Mulut Soal Kecurangan Israel dan Inggris



Tudingan Iran terhadap Israel dan Inggris bahwa kedua negara itu telah memanipulasi dokumen-dokumen tentang program nuklir Iran, bukan tudingan tanpa dasar. Sumber-sumber intelijen di AS mengaku tahu tentang hal itu dan membenarkan bahwa Israel dan Inggris telah memanipulasi dokumen-dokumen tentang program nuklir Iran yang dipublikasikan di surat kabar Times pada 14 Desember lalu.

Wartawan investigasi Inter Press Service (IPS), Gareth Porter yang membuat laporan tersebut, berhasil mengorek keterangan dari agen-agen intelijen AS soal kecurangan yang dilakukan oleh agen-agen intelejen Israel dan Inggris untuk menyudutkan Iran dalam hal program nuklirnya.

Seorang mantan agen CIA yang bertugas di departemen anti-terorisme antara tahun 1976-1992, Philip Giraldi pada IPS mengatakan bahwa AS tidak terlibat dalam konspirasi itu. Sumber-sumber di intelijen AS, kata Giraldi, menduga keras Inggris dan Israel yang telah memanipulasi dokumen-dokumen tentang program nuklir Iran.

Dalam artikel yang dimuat Times disebutkan bahwa Iran diam-diam sedang melakukan uji coba sebuah komponen penting untuk membuat bom nuklir yang disebut "inisiator neutron". Times mengklaim artikelnya itu berdasarkan dokumen-dokumen program nuklir Iran tapi tidak menyebutkan darimana Times mendapatkan dokumen-dokumen tersebut. Times hanya mencantumkan kutipan dari narasumber yang disebutnya sebagai "sumber intelejen Asia." Sejumlah media menggunakan istilah "sumber intelejen Asia" yang merujuk pada agen-agen intelijen Israel.

Sumber anonim itu, seperti ditulis Times mengatakan bahwa pemerintahnya yakin bahwa Teheran sudah mengerjakan inisiator neutron sejak tahun 2007. Tapi klaim tersebut dibantah oleh Ramin Mehman-Parast, jubir menteri luar negeri Iran. Mehman menyatakan klaim tersebut sangat tidak berdasar.

Times memuat laporan tersebut beberapa saat sebelum para politisi AS dan Eropa menggelar pertemuan untuk membahas nuklir Iran. Hasil pertemuan itu lagi-lagi mengeluarkan ancaman berupa sanksi lebih berat dan kemungkinan serangan militer Israel terhadap Iran, jika Iran tidak juga menghentikan program nuklirnya.

Sementara itu, Porter dalam laporan investigasinya menulis, media massa AS dalam laporan-laporannya yang mengutip sejumlah analis intelejen AS seolah ingin memperkuat laporan Times tersebut dan membenarkan isi dokumen-dokumen program nuklir Iran yang diklaim surat kabar terbitan London itu.

Ditanya tentang hal ini, Giraldi mengakui pernyataan-pernyataan para analis intelijen yang dimuat media massa di AS memang mencurigakan. "Jaringan Rupert Murdoch (konglomerat media massa AS) sudah dimanfaatkan secara luas untuk mempublikasikan laporan-laporan intelejen palsu yang sumbernya dari orang-orang Israel dan beberapa diantaranya dari pemerintah Inggris," kata Giraldi.

Selain Times, media-media massa di AS milik Murdoch seperti Sunday Times, Fox News dan New York Post sudah menjadi rahasia umum sebagai media yang pro-Israel.

Bukan sekali ini saja, Giraldi mendapat laporan dari koleganya sesama intelejen tentang adanya dokumen-dokumen palsu. Giraldi sendiri berpengalaman mengungkap pelaku pemalsuan dokumen-dokumen penting di AS. Dua kasus besar pemalsuan dokumen dalam sejarah AS yang pernah ditangani Giraldi antara lain kasus pemalsuan surat yang dilakukan oleh Michael Ledeen pada tahun 2005.

Leeden adalah tokoh sayap kiri ekstrim yang pernah bekerja sebagai konsultan untuk Pentagon. Leeden membuat surat palsu yang menyebutkan bahwa Irak membeli uranium dari Nigeria. Surat itu menjadi salah satu pendorong mantan presiden AS George W. Bush melontarkan tuduhan bahwa Saddam Hussein memiliki senjata nuklir dan memicu invasi AS ke Irak. Belakangan, tuduhan itu tidak pernah terbukti.

Giraldi pula yang berhasil membongkar pemalsuan surat yang dilakukan oleh para pejabat di "Kantor Perencanaan Khusus" yang bekerja dibawah lembaga Undersecretary of Defense for Policy Douglas Feith. Para pejabat di kantor ini sengaja membuat surat palsu yang seolah-olah ditulis oleh penasehat intelejen Saddam tentang rencana pengapalan yang dilakukan secara rahasia dari Nigeria.

Diduga motif Israel memalsukan dokumen-dokumen program nuklir Iran karena Israel tidak puas dengan laporan komunitas intelijen AS, National Intelligence Estimate tahun 2007 lalu yang menyimpulkan bahwa Iran tidak sedang membuat bom nuklir. (ln/prtv)
http://www.eramuslim.com/berita/dunia/intelejen-as-buka-mulut-soal-kecurangan-israel-dan-inggris-soal-nuklir-iran.htm
Selasa, 29 Desember 2009 0 komentar

Ujian Aktivis Islam


Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Allah berfirman,

لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِّن بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللّهِ إِنَّ اللّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَإِذَا أَرَادَ اللّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلاَ مَرَدَّ لَهُ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِ مِن وَالٍ ﴿١١﴾

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (QS Ar-Ra’d [13]: 11)

Rasulullah Saw. bersabda,

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ

“Barangsiapa di antara kalian yang melihat suatu kemungkaran, maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya. Kalau ia tidak mampu (dengan tangannya), maka dengan lisannya. Kalau ia tidak mampu (dengan lisannya), maka dengan hatinya dan itu adalah selemah-lemahnya iman.” (HR Muslim dalam Shahih-nya)

KALIMAT PERSEMBAHAN

Untuk mereka yang mengejar fatamorgana yang menipu

Untuk mereka yang terlunta-lunta, semoga mereka menemukan jalan.

Untuk mereka yang mencita-citakan kemerdekaan dan perubahan.

Untuk mereka yang jiwanya menjauhi kemegahan dunia dan pernak-perniknya yang fana.

Untuk para pengikut Asy-Syahid Hasan Al-Banna di atas bumi dan di kolong langit.

Untuk mereka semua kupersembahkan buku ini…..

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah. Kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari keburukan diri kami dan amal-amal jelek kami. Barangsiapa yang diberi Allah hidayah, maka tiada yang bisa menyesatkannya. Dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah, maka tiada yang bisa memberinya hidayah (petunjuk) dan kalian tidak akan menemukan seorang penolong yang membimbing baginya selain Allah.

Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah. Dia saja lah yang menolong hamba-Nya, menguatkan bala tentara-Nya dan menghancurkan kelompok-kelompok musuh. Tidak sesuatu pun sebelum dan sesudah Allah. Segala sesuatu pasti binasa kecuali Dzat Allah.

Semoga karunia dan keselamatan senantiasa tercurah pada Utusan Rabb semesta alam, pembawa rahmat dan nikmat bagi seluruh umat manusia. Kami bersaksi bahwa Nabi Saw. telah menyampaikan risalah, menunaikan amanat, menasehati umat dan meninggalkan mereka di atas jalan yang putih bersih; malamnya seperti siang, tidak ada yang menyimpang dari jalan itu kecuali orang yang ditakdirkan binasa. Rasulullah Saw. telah menasihati umatnya agar berpegang teguh pada Kitab Allah dan Sunnahnya. Beliau Saw. bersabda, “Aku tinggalkan dua hal di tengah kalian. Selama kalian berpeteguh pada keduanya, maka kalian tidak akan sesat sepeninggalku selama-lamanya. Dua hal itu adalah Kitab Allah dan Sunnahku.”

Semoga Allah meridhai para sahabat Rasul seluruhnya. Mereka adalah generasi terbaik dalam kehidupan umat manusia, sebagaimana sabda Nabi Saw., “Sebaik-baik generasi adalah generasiku.” Mereka adalah para pemimpin umat dan laksana singa di medan perang. Mereka telah berjihad di jalan Allah dengan sebenar-benarnya jihad, memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar. Mereka membawa manusia keluar dari penyembahan terhadap sesama hamba untuk menyembah Allah semata, keluar dari ketidak-adilan agama-agama kepada keadilan Islam dan keluar dari sempitnya dunia kepada luasnya dunia dan akhirat. Sungguh, mereka telah mengesakan Allah dalam diri dan pergaulan dengan pihak lain. Mereka menegakkan uluhiyyah Allah dengan mengimplementasikan syari’at-Nya dan menghancurkan ketuhanan para thaghut dengan meruntuhkan aturan-aturan positif yang mengundang murka Allah dan kemarahan Rasulullah Saw. beserta orang-orang mukmin yang shalih. Amma Ba’du.

Al-Qur’an Al-Karim turun ke hati Rasulullah Saw. Dengan Al-Qur’an itu beliau membina satu generasi, membangun satu umat dan mendirikan sebuah negara. Semua itu hanya memakan waktu yang tidak lama; tidak lebih dari dua puluh tiga tahun. Dalam jangka waktu itu, Rasulullah Saw. berhasil membina sebuah generasi Qur'ani yang unik dalam kehidupan umat manusia. Dengan Al-Qur’an itu beliau membangun sebuah umat yang merupakan umat terbaik yang pernah muncul di hadapan manusia. Sebuah umat yang memerintahkan kebaikan, mencegah yang mungkar dan beriman kepada Allah. Allah berfirman,

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُم مِّنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ ﴿١١٠﴾

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah.” (QS Ali ‘Imran [3]: 110)

Dan dengan Al-Qur’an itu beliau mendirikan Daulah Islamiyyah yang merupakan negara paling adil yang pernah memerintah umat manusia sejak zaman Nabi Adam AS.

Umat manusia dalam beberapa abad tak lekang merasakan ketenangan di bawah naungan agama ini, meskipun berbeda-beda warna kulit, ras, agama dan tanah air mereka. Kemudian negara-negara Islam itu menerima gempuran brutal dari musuh-musuhnya, pasukan salib. Akibatnya, hati manusia menjadi tidak tenang dan kepanikan mewarnai kehidupan manusia. Karena pasukan musuh itu mendirikan banyak negara dan kerajaan dan berusaha menjauhkan umat Islam dari agama mereka dan mengganti syari’at mereka dengan hukum yang kafir, fasiq dan zhalim. Tetapi pada akhirnya umat Islam berhasil mengalahkan kaum imperalis itu, mengusir dan mengalahkan mereka, serta membersihkan wilayah-wilayah Islam dari najis dan kotoran mereka.

Setelah beberapa abad sejak babak pertempuran tersebut, tepatnya pada abad 19 dan 20, negara-negara Islam kembali menghadapi gempuran salib yang sarat dengan makar. Gempuran ini sanggup mengalahkan umat Islam dan menguasai mereka dalam beberapa dekade. Selama masa itu, mereka menciptakan sistem jahiliyah yang mengatur negara-negara Islam, setelah mereka membagi-baginya menjadi negara-negara kecil yang lemah; tidak memihak kepada teman dan tidak melakukan perlawanan terhadap musuh.

Ketika para imperialis itu berniat menarik kekuatan mereka dari wilayah Islam, mereka meninggalkan orang-orang yang berkedok Islam, tetapi pada hakikatnya tidak ada hubungan apapun dengan Islam. Mereka mengikuti paham nasionalisme. Para pekerja bayaran itu melakukan kejahatan terhadap Islam dan menodainya. Mereka bersikeras untuk menjauhkan Islam dari realitas kehidupan manusia dari segi akidah, syari’at dan aturan kehidupan. Mereka mengelabuhi umat karena berbicara dengan bahasa yang sama dan berstatus sebagai warga negara yang sama.

Lalu Allah menghendaki lahirnya harakan-harakah Islamiyyah untuk memulai kembali kehidupan yang Islami dan mendirikan daulah Islamiyyah. Ini berlangsng ketika dunia Islam dikepung banyak negara seperti orang-orang yang makan mengepung nampan tempat makanan. Hal itu karena Allah telah meresapkan penyakit wahn ke hati umat Islam, yaitu cinta dunia dan takut mati.
Allah berkehendak agar Imam Hasan Al-Banna memunculkan harakah Islamiyyah pertama di Timur dengan tujukan membebaskan dunia Islam dan mendirikan daulah Islamiyyah di dalamnya. Dakwah ini pun mendapatkan sambutan dari banyak kalangan di Mesir, di negara-negara Arab dan di negara-negara Islam lainnya. Bahkan penyebaran dakwah ini telah menjangkau seluruh pelosok bumi.

Tidak diragukan bahwa harakah ini memiliki tujuan-tujuan umum dan khusus, metode-metode reformasi dan perubahan, serta sarana-sarana dan tahapan-tahapannya. Setiap tahap memiliki sarananya tersendiri dan setiap tahapan dilanjutkan dengan tahapan yang lain. Pada prinsipnya, hal-hal ini jelas bagi manusia sampai mereka membatasi sikap mereka terhadapnya, baik positif atau negatif. Para tokoh dan pemikir jama’ah ini tidak boleh putus asa untuk membicarakan hal-hal tersebut, sejarahnya, tujuan-tujuannya, sarana-sarananya, perkembangan dan fase-fasenya, agar mereka dapat menyampaikan argumen yang tepat kepada khalayak.

Sayangnya, banyak orang yang tidak memahami manhaj jama’ah ini karena kurangnya usaha dari pada dai. Bahkan, berbagai situasi dan kondisi politik telah memalingkan perhatian sebagian elemen jama’ah ini untuk mencermati fiqih haraki jama’ah dan mengkaji berbagai manhaj, perkembangan, periode dan sarana-sarananya. Hal itu mengakibatkan keambiguan dalam bertindak dan memandang, serta kegamangan dalam meniti jalan yang lurus. Akibatnya, tanpa disadari jama’ah semakin jauh dari tujuan-tujuannya. Bahkan, terkadang tampak bahwa jama’ah telah berlaku baik di jalan yang keliru ini; jalan yang suram ini.

Perlu kami sebutkan di sini bahwa Hasan Al-Banna rahimahullah adalah orang yang merumuskan pemikiran jama’ah, menancapkan fondasi-fondasinya, mengokohkan bangunan-bangunannya, serta meletakkan berbagai tujuan, metode dan sarananya. Untuk melakukan tugas itu, ia dibantu oleh beberapa rekan yang menahkodai bahtera bersamanya. Mereka inilah yang melanjutkan perjalanan sepeninggal Hasan Al-Banna, seperti Hasan Hudhaibi, Umar Tilmisani dan lain-lain. Mereka meneguhkan manhaj dan menjelaskannya. Selain itu, Allah memberi kesempatan kepada Sayyid Quthub untuk menulis, menjelaskan dan memberi pengarahan. Ia menyusun banyak buku, terutama tafsir Fi Zhilalil Qur'an yang benar-benar dianggap sebagai buku dakwah dan harakah. Berkat jerih payah mereka itulah jalan yang ditempuh menjadi jelas. Dan berkat keteguhan orang-orang yang laksana gunung itulah umat Islam menjadi teguh. Berkat mereka, cahaya harapan untuk menang bersinar di jiwa manusia.

Allah menguji para da‘i itu dengan berbagai kesulitan dan menghadapkan mereka dengan berbagai tekanan dan penyiksaan fisik, karena Allah mencintai mereka. Apabila Allah menyintai seorang hamba, maka Dia akan mengujinya. Dan Allah menguji seseorang itu sesuai dengan kadar agamanya. Apabila agamanya tangguh, maka ujiannya dilebihkan. Para pioner itu telah menghadapi banyak bencana dan ujian yang keras, lalu mereka bersabar di atas jalan yang terjal, melangkahi dan mengalahkan setiap godaan dunia dan lebih memilih nikmat abadi dan kemenangan yang besar di sisi Allah.

Ada salah satu bentuk ujian lain yang disering dilupakan manusia dan para dai. Bentuk ujin ini adalah berupa kesenangan. Maksudnya sesuatu yang menyenangkan hati dan melapangkan dada. Ujian tersebut berupa jabatan atau kekuasaan.

Bentuk ujian ini terkadang dialami satu jama’ah di suatu negeri. Ia menimbulkan kehidupan yang rileks, setelah sebelumnya mereka mengalami kesulitan, penderitaan dan keletihan. Dunia membukakan pintunya bagi mereka selebar-lebarnya sebagai bujukan dan tipuan, sehingga sebagian individu jama’ah sibuk dengan ujian yang nyata ini. Lalu mereka-pun mengejar fatamorgana yang mengelabuhi mereka yang didera rasa haus dan menggiring mereka menuju kematian tanpa mereka sadari.

Penulis memberi kesaksian berdasarkan banyak pengalaman yang terjadi pada para da‘i dan harakah, baik di masa lalu atau di masa kini, bahwa ujian dengan kesenangan duniawi dan hiasannya—dalam bentuk status sosial, kekuasaan, harta dan jabatan—itu lebih menghancurkan bagi para da‘i daripada ujian dengan kesusahan, bencana, fitnah dan kehidupan yang keras di balik jeruji penjara. Karena banyak da‘iyang teguh di atas jalan yang terjal dan penderitaan, tanpa pernah meninggalkan prinsip mereka. Tak setipis kulit ari pun mereka menurunkan standar nilai-nilai yang mereka anut. Tetapi, ketika dunia menghampiri mereka dengan berbagai rayuan, kekuasaan dan jabatannya, khususnya koalisi dalam pemerintahan, maka tidak lagi dirasakan keberadaan mereka di dunia dakwah dan tidak terdengar suara mereka meskipun samar-samar (memperjuangkan Islam dan umatnya). Sebaliknya, mereka telah berbalik dan menanggalkan prinsip-prinsip yang dahulu mereka selalu dengungkan dan serukan kepada manusia. Sungguh tepat penjelasan Allah tentang mereka, “Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al Kitab), kemudian dia melepaskan diri daripada ayat-ayat itu lalu dia diikuti oleh setan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat. Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat) nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berpikir.” (QS Al-A’raf [7]: 176)

Ya, terkadang setan mendistori pikiran para da‘i bahwa mereka bisa berkhidmat dan menegakkan Islam dalam realitas kehidupan sembari berinteraksi dengan para thaghut dan tidak menyikapi berbagai kemungkaran yang mereka lakukan, serta dengan berkompromi dan bekerjasama dengan mereka. Dari sini, mereka pun mendistorsi pemikiran khalayak dan membiaskan manhaj perubahan dakwah Islam.

Penting menurut penulis untuk memberi isyarat bahwa apa yang ditulis oleh Al-Banna merupakan manhaj haraki Islami yang paripurna. Ia telah menggariskan jalan yang jelas dan terang bagi para da‘i. Ia telah menetapkan rambu-rambunya bagi setiap orang yang berusaha menyebarkan perbaikan dan perubahan. Telah mengakar rasa cinta di dalam jiwa, hati dan pikiranku terhadap tokoh ini, berikut manhaj yang telah digariskannya. Karena itu, penulis mengikuti manhaj tersebut, bersandar padanya dan mengajak orang lain untuk komit kepadanya. Penulis menghabiskan seluruh waktunya untuk menyebarkannya semata-semata untuk mencari ridha dan ampunan Allah.

Penulis mengamati kondisi para da‘i, perilaku dan interaksi mereka dengan para thaghut, pujian dan pendekatan mereka para thaghut, pandangan mereka yang membesar-besarkan aspek-aspek positif para thaghut jika memang ada dan pandangan mereka yang mengecilkan kedudukan para tokoh mereka dengan menutup mata dan tidak mengomentarinya. Penulis juga mengamati ambisi mereka untuk berada di bawah ketiak para thaghut itu; bekerja di bawah payungnya dan mencari muka. Pada saat yang sama, penulis mengamati manhaj harakah Islamiyyah yang telah digariskan oleh Al-Banna dan para pengikutnya. Setelah itu, penulis menemukan perbedaan yang besar dan jarak yang lebar antara manhaj dan perilaku. Dari sini muncul dari hati penulis sebuah perasaan yang kuat dan keinginan yang besar untuk menulis buku ini yang berisi penjelasan tentang manhaj tersebut. Dengan buku ini, penulis bermaksud untuk mengingatkan siapa yang mau menerima pelajaran, atau ingin memetik pelajaran, atau berusaha keras untuk memetik pelajaran. Penulis juga berkeinginan membuka mata generasi penerus dan para pemuda yang antusias terhadap perubahan yang komprehensif dan menyeluruh.

Di antara motivasi penulis untuk menulis tema ini adalah menjelaskan argumen dan memaparkan bukti yang jelas bagi orang-orang yang memiliki perhatian serius terhadap manhaj harakah Islamiyyah, yang telah dijelaskan dan digariskan oleh Al-Ustadz Hasan Al-Banna rahimahullah.

Di dalam buku ini, penulis menjelaskan tentang upaya perubahan dan seruan Al-Qur’an terhadapnya, manhaj Al-Qur’an dalam mengadakan perubahan, kaidah-kaidah umum perubahan yang disimpulkan dari Al-Qur’an, serta bukti-bukti empirik mengenai kaidah-kaidah tersebut. Kemudian penulis memaparkan sarana perubahan yang ada dalam amal Islami yang terorganisir, definisinya dan manfaat-manfaat yang dapat dipetik individu-individu dan jama’ah darinya.

Kemudian penulis berbicara tentang rezim jahiliyah, definisinya, sikap terhadapnya, metode perubahan yang orisinil ketika telah terpenuhi aspek-aspek kebebasan dan jalan dialog bagi harakah Islamiyyah. Inilah prinsip yang diikuti dalam melakukan perubahan. Apabila aspek-aspek tersebut tidak terpenuhi, maka ada pengecualian dari prinsip tersebut. Hal ini telah dibicarakan oleh Al-Banna dengan jelas dan gamblang. Setelah itu, penulis berbicara tentang fase-fase harakah Islamiyyah dalam melakukan perubahan, tujuan-tujuannya dan sarana-sarananya.

Terakhir, penulis memaparkan satu masalah penting secara terperinci, yaitu koalisi dalam kabinet pemerintahan jahiliyah. Penulis akan menganalisa beragam pendapat dan dalil-dalilnya.

Penulis berupaya agar kajian ini tersajikan secara ringkas, tidak bertele-tele, agar pembaca mudah menelaahnya tanpa merasa bosan, juga agar pembaca tidak mengeluarkan banyak uang untuk membeli buku ini, karena saat ini masyarakat tengah hidup dalam kesulitan.

Penulis benar-benar berharap dapat mengingatkan pembaca yang budiman mengenai hak penulis pada pembaca berupa nasihat, karena agama adalah nasihat, sebagaimana yang dipetuahkan Rasulullah Saw. Karena itu, penulis berharap pembaca berkenan menelaah buku ini, memberi arahan, kritik dan usulan. Karena seorang mukmin adalah cermin bagi saudaranya.

Sekali lagi, penulis mengutarakan harapan yang sangat, disertai ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada setiap pihak yang menunjukkan kepada penulis penulis agar dapat dikoreksi, celah agar ditutup, kekurangan agar dapat disempurnakan dan kekeliruan agar dapat dibenahi. Dan terakhir, penulis berendah diri kepada Allah, semoga Dia menerima amalku ini dan menjadikannya ikhlas demi mengharapkan ridha-Nya. Penulis memohon dengan sangat semoga Allah mengaruniaku keikhlasan dalam perkataan dan perbuatan dalam hidup hingga mati. Penulis juga berharap semoga umat Islam dapat memetik manfaat dari kajian ini dan semoga Allah menetapkan langkah semua orang di jalan yang benar untuk memulai kembali kehidupan yang Islami dan bersih, mendirikan daulah Islamiyyah yang lurus dengan mengikuti manhaj Nabawi. Yang demikian itu bukan sesuatu yang berat bagi Allah.

Mahasuci Engkau, ya Allah, segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Engkau. Aku memohon ampunan dan bertaubat kepada-Mu.

*) DR. Muhammad Abdul Qadir Abu Faris

DR. Muhammad Abdul Qadir Abu Faris adalah anggota Parlemen Jordania. Berasal dari desa Falujah, Palestina yang diduduki Israel 1949. Lahir tahun 1940. Menjadi Anggota Parlemen Jordania pada tahun 1989, kemudian terpilih kembali pada tahun 2003. Sempat dicabut keanggotaannya sebagai anggota parlemen Jordania karena melayat saat terbunuhnya Az-Zarkawi, pimpinan Al-Qaedah di Irak, kemudian dipenjara selama 2 tahun dan dibebaskan berdasarkan surat perintah Raja Abdullah II bersama temannya sesama anggota perlemen Ali Abu Sakr.

DR Abu Faris aktivis Gerakan Dakwah di Jordania. Meraih gelar doktor dalam bidang Assiyasah Assyar’iyyah (Politik Islam). Kepala bidang Studi Fiqih dan Perundang-Undangan di Fakultas Syari’ah Universitas Jordania. Beliau juga Professor pada Fakultas Syari’ah pada universitas tersebut. Di samping itu, beliau juga Direktur Majlis Tsaqofah Wattarbiyah pada Lembaga Markaz Islami Al-Khairiyah. Mantan Anggota Maktab Tanfizi Ikhwanul Muslimin, Anggota Majlis Syura Ikhwanul Mislimin dan Partai Ikhwan di Jordania.

Beliau terkenal dengan ketegasannya, ceramah-ceramah yang dahsyat di Masjid Shuwailih, kota Oman. Beliau memiliki lebih dari 30 karya buku terkait Hukum Islam, Siroh Nabawiyah, Politik Islam, Gerakan Islam. Syekh DR. Abu Faris memiliki ilmu syari’ah yang mendalam sehingga menyebabkan Beliau pantas mengeluarkan fatwa-fatwa syar’iyah. Beliau juga sangat terkenal kemampuan penguasaan pemahaman Al-Qur’an dan tafsirnya.
Oleh: DR. Muhammad Abdul Qadir Abu Faris
0 komentar

Berkah Kematian Bayi

Suatu ketika Nabi saw melewati seorang wanita yang sedang menangis di kuburan lalu Nabi bersabda,”Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah.” Wanita itu berkata,”Engkau mengatakan itu kepadaku karena engkau tidak mendapatkan musibah seperti musibah yang aku dapatkan (ini) sehingga engkau tidak mengetahuinya.” Setelah itu ada yang mengatakan kepada wanita itu,’Sesungguhnya orang itu adalah Nabi.’ Maka wanita itu itu pun mengejar hingga ke rumah Nabi saw dan dia tidak mendapatkan para penjaga lalu wanita itu mengatakan,”Aku tidak mengenalimu.’ Nabi bersabda,”Sesungguhnya sabar adalah pada awal pertama kali.” (Muttafaq Alaihi)

Adapun diantara kelebihan dan balasan yang akan Allah berikan kepada para orang tua yang mengalami hal seperti diatas adalah :

1. Dibangunkan sebuah rumah pujian di surga Allah swt :

Dari Abu Musa bahwa Rasulullah saw bersabda,”Apabila anak seorang hamba meninggal dunia maka Allah berfirman kepada para malaikat-Nya,”Apakah engkau telah menggenggam anak dari hamba-Ku itu?’ Para malaikat menjawab,’Ya.’ Allah berfirman,”Apa yang dikatakan hamba-Ku itu?’ Para malaikat menjawab,’Segala puji bagi-Mu dan dia mengucapkan istirja’ (inna lillahi wa inna ilaihi roji’un, pen). Lalu Allah berfirman,’Bangunkan baginya sebuah rumah di surga dan namakanlah rumah itu dengan nama ‘rumah pujian’” (HR. at Tirmidzi)

2. Dibalas dengan surga

Dari Abu Hurairoh berkata,”Rasulullah saw bersabda,’Allah swt berfirman,’Tidaklah seorang hamba-Ku yang beriman mendapatkan suatu pahala apabila Aku genggam orang yang dikasihinya dari penduduk dunia kemudian dia rela dengannya kecuali dia (akan mendapatkan surga).” (HR. Bukhori)
Dari Anas berkata,”Rasulullah saw bersabda,’Tidaklah seorang muslim ditinggal mati tiga orang anaknya yang belum baligh kecuali Allah akan memasukkannya kedalam surga dikarenakan kasih sayangnya kepada mereka.” (Muttafaq Alaihi)

3. Menjadi penghalang bagi orang tuanya dari api neraka

Dari Abu Said al Khudriy berkata,”Seorang wanita pernah menemui Rasulullah saw dan berkata,’Wahai Rasulullah saw kaum lelaki mendapatkan (pelajaran) haditsmu maka jadikanlah satu harimu untuk kami bisa mendatangimu dan belajar kepadamu dari apa-apa yang telah Allah ajarkan kepadamu. Nabi bersabda,”Berkumpullah kalian pada hari ini dan itu.’

Para wanita kemudian berkumpul dan Nabi saw pun mendatangi mereka dan mengajarkan apa-apa yang diajarkan Allah kepadanya saw kemudian beliau saw bersabda,”Tidaklah seorang wanita diantara kalian yang telah memberikan tiga anaknya (meninggal) kecuali mereka semua akan menjadi penghalang baginya dari neraka.’ Lalu seorang wanita berkata,’Bagaimana dengan dua orang anak.?’ Nabi bersabda,’Termasuk juga dua orang anak.” (Muttafaq Alaih)

Ummu Salamah binti Milhan adalah istri dari Abu Thalhah yang didoakan Rasul saw ketika Abu Thalhah mengeluhkan tentang apa yang dilakukan istrinya itu. Rasul pun bersabda,”Semoga Allah memberkahimu pada malam kalian berdua.” Kemudian Ummu Salamah hamil—ini adalah balasan di dunia—dan melahirkan Abdullah. Seorang dari Anshar berkata,”aku menyaksikan sembilan anak seluruhnya menghafal Al Qur’an dan semuanya itu adalah anak-anaknya Abdullah.

Sedangkan balasan di akherat bahwa Ummu Salamah adalah diantara orang yang dimimpikan Nabi saw dan didengar suaranya di surga sebagaimana sabdanya saw,”Aku memasuki surga dan aku mendengar langkah-langkah kaki dihadapanku.’ Lalu aku bertanya,’(suara) apa itu’ dijawab,’al Ghumaidha’ binti Milhan (Ummu Salamah, pen).” (HR. Muslim)

Wallahu A’lam
(http://www.eramuslim.com)
Selasa, 08 Desember 2009 0 komentar

Rahasia Ubun-ubun dalam Alquran



Gambar otak manusia bagian depan yang disebut Allah dalam Al Qur’an Al Karim dengan kata nashiyah (ubun-ubun).

Al-Qur’an menyifati kata nashiyah dengan kata kadzibah khathi’ah (berdusta lagi durhaka). Allah berfirman, “(Yaitu) ubun-ubun yang mendustakan lagi durhaka.” (Al-‘Alaq: 16)

Bagaimana mungkin ubun-ubun disebut berdusta sedangkan ia tidak berbicara? Dan bagaimana mungkin ia disebut durhaka sedangkan ia tidak berbuat salah?

Prof. Muhammad Yusuf Sakr memaparkan bahwa tugas bagian otak yang ada di ubun-ubun manusia adalah mengarahkan perilaku seseorang. “Kalau orang mau berbohong, maka keputusan diambil di frontal lobe yang bertepatan dengan dahi dan ubun-ubunnya. Begitu juga, kalau ia mau berbuat salah, maka keputusan juga terjadi di ubun-ubun.”

Kemudian ia memaparkan masalah ini menurut beberapa pakar ahli. Di antaranya adalah Prof. Keith L More yang menegaskan bahwa ubun-ubun merupakan penanggungjawab atas pertimbangan-pertimbangan tertinggi dan pengarah perilaku manusia. Sementara organ tubuh hanyalah prajurit yang melaksanakan keputusan-keputusan yang diambil di ubun-ubun.

Karena itu, undang-undang di sebagian negara bagian Amerika Serikat menetapkan sanksi gembong penjahat yang merepotkan kepolisian dengan mengangkat bagian depan dari otak (ubun-ubun) karena merupakan pusat kendali dan instruksi, agar penjahat tersebut menjadi seperti anak kecil penurut yang menerima perintah dari siapa saja.

Dengan mempelajari susunan organ bagian atas dahi, maka ditemukan bahwa ia terdiri dari salah satu tulang tengkorak yang disebut frontal bone. Tugas tulang ini adalah melindungi salah satu cuping otak yang disebut frontal lobe. Di dalamnya terdapat sejumlah pusat neorotis yang berbeda dari segi tempat dan fungsinya.

Lapisan depan merupakan bagian terbesar dari frontal lobe, dan tugasnya terkait dengan pembentukan kepribadian individu. Ia dianggap sebagai pusat tertinggi di antara pusat-pusat konsentrasi, berpikir, dan memori. Ia memainkan peran yang terstruktur bagi kedalaman sensasi individu, dan ia memiliki pengaruh dalam menentukan inisiasi dan kognisi.

Lapisan ini berada tepat di belakang dahi. Maksudnya, ia bersembunyi di dalam ubun-ubun. Dengan demikian, lapisan depan itulah yang mengarahkan sebagian tindakan manusia yang menunjukkan kepribadiannya seperti kejujuran dan kebohongan, kebenaran dan kesalahan, dan seterusnya. Bagian inilah yang membedakan di antara sifat-sifat tersebut, dan juga memotivasi seseorang untuk bernisiatif melakukan kebaikan atau kejahatan.

صورة للبروفسور كيث ال مور عالم الأجنة الكندي

Ketika Prof. Keith L Moore melansir penelitian bersama kami seputar mukjizat ilmiah dalam ubun-ubun pada semintar internasional di Kairo, ia tidak hanya berbicara tentang fungsi frontal lobe dalam otak (ubun-ubun) manusia. Bahkan, pembicaraan merembet kepada fungsi ubun-ubun pada otak hewan dengan berbagai jenis. Ia menunjukkan beberapa gambar frontal lobe sejumlah hewan seraya menyatakan, “Penelitian komparatif terhadap anatomi manusia dan hewan menunjukkan kesamaan fungsi ubun-ubun.

Ternyata, ubun-ubun merupakan pusat kontrol dan pengarauh pada manusia, sekaligus pada hewan yang memiliki otak. Seketika itu, pernyataan Prof. Keith mengingatkan saya tentang firman Allah, “Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus.” (Hud: 56)

Beberapa hadits Nabi SAW yang bericara tentang ubun-ubun, seperti doa Nabi SAW, “Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba laki-laki-Mu dan anak hamba perempuan-Mu, ubun-ubunku ada di tangan-Mu…”

Juga seperti doa Nabi SAW, “Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan setiap sesuatu yang Engkau pegang ubun-ubunnya…”

Juga seperti sabda Nabi SAW, “Kuda itu diikatkan kebaikan pada ubun-ubunnya hingga hari Kiamat.”

Apabila kita menyandingkan makna nash-nash di atas, maka kita menyimpulkan bahwa ubun-ubun merupakan pusat kontrol dan pengendali perilaku manusia, dan juga perilaku hewan.

Makna Bahasa dan Pendapat Para Mufasir:

Allah berfirman,


كَلَّا لَئِنْ لَمْ يَنْتَهِ لَنَسْفَعَ بِالنَّاصِيَةِ(15)نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍ(16)

“Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (yaitu) ubun-ubun orang yang berdusta lagi durhaka.” (Al-‘Alaq: 15-16)

Kata nasfa’ berarti memegang dan menarik. Sebuah pendapat mengatakan bahwa kata ini terambil dari kalimat safa’at asy-syamsu yang berarti matahari mengubah wajahnya menjadi hitam. Sementara kata nashiyah berarti bagian depan kepala atau ubun-ubun.

Mayoritas mufasir menakwili ayat bahwa sifat bohong dan durhaka itu bukan untuk ubun-ubun, melainkan untuk empunya. Sementara ulama selebihnya membiarkannya tanpa takwil, seperti al-Hafizh Ibnu Katsir.
Dari pendapat para mufasir tersebut, jelas bahwa mereka tidak tahu ubun-ubun sebagai pusat pengambilan keputusan untuk berbuat bohong dan durhaka. Hal itu yang mendorong mereka untuk menakwilinya secara jauh dari makna tekstual. Jadi, mereka menakwili shifat dan maushuf (yang disifati) dalam firman Allah, “Ubun-ubun yang dusta lagi durhaka” itu sebagai mudhaf dan mudhaf ilaih. Padahal perbedaan dari segi segi bahasa antara shifat dan maushuf dengan mudhaf dan mudhaf ilaih itu sangat jelas.

Sementara mufasir lain membiarka nash tersebut tanpa memaksakan diri untuk memasuki hal-hal yang belum terjangkau oleh pengetahuan mereka pada waktu itu.

Sisi-Sisi Mukjizat Ilmiah:

Prof. Keith L Moore mengajukan argumen atas mukjizat ilmiah ini dengan mengatakan, “Informasi-informasi yang kita ketahui tentang fungsi otak itu sebelum pernah disebutkan sepanjang sejarah, dan kita tidak menemukannya sama sekali dalam buku-buku kedokteran. Seandainya kita mengumpulkan semua buku pengobatan di masa Nabi SAW dan beberapa abad sesudahnya, maka kita tidak menemukan keterangan apapun tentang fungsi frontal lobe atau ubun-ubun. Pembicaraan tentangnya tidak ada kecuali dalam kitab ini (al-Qur’an al-Karim). Hal itu menunjukkan bahwa ini adalah ilmu Allah yang pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu, dan membuktikan bahwa Muhammad adalah Utusan Allah.

Pengetahuan tentang fungsi frontal lobe dimulai pada tahun 1842, yaitu ketika salah seorang pekerja di Amerika tertusuk ubun-ubunnya stik, lalu hal tersebut memengaruhi perilakunya, tetapi tidak membahayakan fungsi tubuh yang lain. Dari sini para dokter mulai mengetahui fungsi frontal lobe dan hubungannya dengan perilaku seseorang.

Para dokter sebelum itu meyakini bahwa bagian dari otak manusia ini adalah area bisu yang tidak memiliki fungsi. Lalu, siapa yang Muhammad SAW bahwa bagian dari otak ini merupakan pusat kontrol manusia dan hewan, dan bahwa ia adalah sumber kebohongan dan kesalahan.

Para mufasir besar terpaksa menakwili nash yang jelas bagi mereka ini karena mereka belum memahami rahasianya, dengan tujuan untuk melindungi Al Qur’an dari pendustaan manusia yang jahil terhadap hakikat ini di sepanjang zaman yang lalu. Sementara kita melihat masalah ini sangat jelas di dalam Kita Allah dan Sunnah Rasulullah SAW, bahwa ubun-ubun merupakan pusat kontrol dan pengarah dalam diri orang dan hewan.

Jadi, siapa yang memberitahu Muhammad SAW di antara seluruh umat di bumi ini tentang rahasia dan hakikat tersebut? Itulah pengetahuan Allah yang tidak datang kepadanya kebatilan dari arah depan dan belakangnya, dan itu merupakan bukti dari Allah bahwa Al Qur’an itu berasal dari sisi-Nya, karena ia diturunkan dengan pengetahuan-Nya.
Oleh Dr. Mohamad Daudah
Jumat, 27 November 2009 0 komentar

Adab Mendengar Adzan





SETIAP KESABARAN AKAN DIGANTI DENGAN KEMENANGAN
SETIAP KEDUKAAN AKAN BERGANTI DENGAN KEBAHAGIAAN
SETIAP PERPISAHAN PASTI BERMULA DENGAN SATU PERTEMUAN
SETIAP YANG BERAKHIR AKAN BERTUKAR DENGAN SUATU PERMULAAN
SETIAP KEJADIAN TUHAN PASTI ADA HIKMAHNYA.............
Saya Ada satu Apel, anda Ada satu apel., Kita tukaran apel, anda punya satu Dan saya tetap punya satu.
Jika anda punya satu ilmu Dan saya punya satu ilmu, kemudian Kita tukaran ilmu tersebut, anda Ada dua ilmu Dan saya Ada dua ilmu...

Allahu Akbar !!

ADAB MENDENGAR AZAN
Kematian itu pasti menjelma. Hanya masa Dan waktunya Yang tidak Kita ketahui.



Coba Kita amati.



Mengapa Kebanyakan orang yg nazak, hampir ajal tidak dapat Berkata apa-apa.. Lidahnya kelu, keras Dan hanya mimik, Mukanya yang menahan kesakitan ' sakaratul maut ' . Diriwayatkan sebuah hadis yg bermaksud: ' Hendaklah Kamu berdiam diri ketika azan, jika tidak Allah akan kelukan lidahnya ketika maut menghampirinya. '

Ini jelas menunjukkan, Kita disarankan agar mendiamkan Diri, jangan berkata apa-apa pun sewaktu azan berkumandang. Sebagai orang yang beragama Islam Kita wajib menghormati azan ka ren a banyak fadhilatnya.


Mengapa ketika azan Kita disarankan berdiam diri?

Lantas sesiapa yang berkata-kata ketika azan, Allah Akan kelukan lidahnya ketika nazak . Kita takut dgn Kelunya lidah Kita semasa ajal hampir tiba maka Kita Tidak dapat mengucap kalimah 'Lailahaillallah.... ' yang Mana barang siapa yang dapat mengucapkan kalimah ini ketika Nyawanya akan dicabut Allah, dgn izinNya menjanjikan Syurga utk mereka. Maka dari itu marilah kita sama-sama menghormati azan dan mohon kepada Allah supaya lidah ini tidak kelu semasa nyawa kita sedang dicabut.

'Ya Allah! Anugerahkanlah kematian kami dengan kematian yang baik lagi mulia, lancarkan lidah kami mengucap kalimah ' Lailahaillallah. . ' sewaktu sakaratul maut menghampiri kami... Amin... amin.. Yarobbala ' lamin. . '

Sesuatu yang tak pernah terpikirkan dengan akal fikiran ku ini.
Subhanallah. ..

Ketahuilah bahwa pada setiap waktu shalat, ribuan bilal diseluruh dunia akan mengumandangkan Azan, mengakui ' Bahwa hanya Allah Yang Patut Disembah, dan Nabi Muhammad adalah Rasul Allah’, Dimulai dari Indonesia yang terletak dibagian timur dengan ratusan kepulauan-nya. Diwaktu Subuh, Azan mulai berkumandang dari kawasan ini dengan ribuan Bilal yang akan melafalkan Ke-Agungan Allah S.W.T Dan Nabi Muhammad S.A.W.

Proses ini akan bergerak kearah barat kepulauan Indonesia . Perbedaan waktu antara timur dan barat Indonesia adalah 1-1/2 jam. Belum lg suara Azan di seluruh Indonesia selesai, maka akan terdengar Azan di Malaysia, Berikutnya di Myanmar dan dalam waktu satu jam selepas Azan di dengungkan di Jakarta, tibalah giliran Dacca di Bangladesh, berikutnya Azan akan terdengar di Calcutta dan terus ke Srinagar dibarat India.

Perbedaan waktu dikota-kota Pakistan adalah 40 menit jadi dalam jangka waktu ini, Azan akan berkumandang diseluruh Pakistan, sebelum berakhir
di-Pakistan, Azan akan dikumandangkan pula di Afghanistan dan Muscat. Perbedaan waktu antara Muscat dan Baghdad adalah satu jam. Pada saat ini, Azan akan diserukan n di UAE, Makkah, Madinah, Yaman , Kuwait dan Iraq .

Proses ini berterusan setiap detik sehingga ke pantai timur Atlantik. Jarak waktu Azan mulai di dengungkan di Indonesia sehingga ke pantai timur Atlantik adalah 9-1/2 jam. Belum selesai Azan Subuh berkumandang di pantai Timur Atlantik, Azan Zuhur kini sudah mulai di dengungkan di Indonesia . Ini berterusan bagi setiap waktu sembahyang, tidak putus-putus.

Subhanallah, begitu hebat dan agungnya Islam!

Bila setiap kawasan boleh memasang speaker2 besar, maka akan terdengar ke seluruh penjuru dunia dengan suara Azan yang tidak terputus.

Allahu Akbar!
Rabu, 18 November 2009 3 komentar

22 tahun yang lalu

Tepat seminggu lagi kejadian 22 tahun yang lalu kan kembali aq ingat. Seorang bayi perempuan yang mungil, paling keras suara tangis nya melengkapi pasangan muda yang baru saja memulai kehidupan baru mereka di Batam. Kota nya para perantau.
Saking kerasnya suara si bayi itu, sang ibu itu pun tak tega mendengar anaknya yg terus menangis. Maka baru pulang dari RS, sang ibu pun memberi makan pada bayi tersebut. Dengan lahapnya si bayi itu makan sampai habis.......
Padahal, si bayi baru berumur 2 hari. Sudah dikasih makan bubur langsung oleh orang tua nya (Jangan dicontoh ya......).



Dan kini ... si bayi pun sudah besar, tumbuh menjadi seorang gadis. Yang paling keras juga suara nya diantara adik-adiknya. Hwa....ha...ha....
Rabu, 28 Oktober 2009 0 komentar

KISPA: Jadikan Jumat Ini sebagai Hari Pembelaan Masjid Al-Aqsha


Rezim Israel telah melakukan tindakan penistaan dan penodaan terhadap kemuliaan dan kesucian masjid Al Aqsha, kiblat umat Islam pertama yang berada di tanah suci Al Quds.

Tindakan penistaan dan penodaan tersebut terjadi pada hari Ahad, 25/10/2009, ketika ratusan pasukan Rezim Israel dengan arogan dan sombongnya menyerbu tempat suci umat Islam, mereka masuk ke pelataran masjid Al Aqsha, memukuli jama’ah dan menembakkan peluru karet, gas air mata, serta melemparkan granat.

Akibatnya, jama’ah masjid luka-luka, darah berceceran membasahi pelataran masjid, banyak korban berjatuhan, dan sebagian lagi di tangkap.

Kekerasan dan kebiadaban terus berlanjut, masjid suci kaum muslimin dinodai oleh tangan-tangan jahat Rezim Israel, akankah kita berdiam diri saja ???

KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina) yang peduli terhadap perjuangan bangsa Palestina dan masjid Al Aqsha, , Selasa, 27/10/09 mengeluarkan 5 butir pernyataan sikap.

Dalam pernyataannya, KISPA mengutuk Rezim Israel yang telah melakukan penistaan dan penodaan terhadap masjid Al Aqsha, kiblat umat Islam yang pertama.

Selain itu juga mendesak pemimpin Arab dan Islam untuk segera mengambil tindakan penyelamatan terhadap kota Al Quds khususnya masjid Al Aqsha dari upaya penghancuran oleh Rezim Israel.

Kepada pemerintah Indonesia, KISPA mendesak untuk mendukung penuh perjuangan rakyat Palestina dalam menjaga kemuliaan masjid Al Aqsha dan meraih kemerdekaan yang hakiki dari tangan penjajah Rezim Israel.

Dalam pernyataan poin ke empat, KISPA meyerukan kepada para ulama dan umat Islam untuk menjadikan hari Jum’at, tanggal 30/10/2009 sebagai hari PEMBELAAN TERHADAP MASJID AL AQSHA.

Poin terakhir, KISPA mengajak kaum muslimin, rakyat Indonesia untuk mendukung dan mendoakan perjuangan rakyat Palestina serta melakukan aksi solidaritas pembelaan terhadap masjid Al Aqsha.

Pernyataan sikap yang ditanda tangani oleh H. Ferry Nur S,Si, ketua dan Andi Syaefuddin , SE sekretaris Jendral diakhir dengan iringan doa semoga Allah membantu perjuangan hamba-Nya dan memberikan kemenangan yang hakiki. Amin.
http://www.eramuslim.com
0 komentar

MER-C: “Ada Aparat Negara yang Dukung NAMRU”




MER-C mengungkapkan adanya indikasi NAMRU sebagai lembaga yang didukung oleh sebagian aparatur pemerintah. Aparatur pemerintah tersebut ingin keberadaan NAMRU dilanjutkan walaupun Menkes yang lama, Siti Fadilah Supari, sudah menutup lembaga riset tersebut.

“Beberapa orang yang kami tenggarai sebagai pendukung NAMRU dan perlu kami kritisi dan kami ingatkan kepada public adalah saudara Dino Pati Djalal yang sekarang menjabat sebagai Juru Bicara Presiden RI dan Menteri Kesehatan yang baru Ibu Endang Rahayu,” demikian ungkap Presidium sekaligus pendiri LSM MER-C, Joserizal Jurnalis.

“Kami mewaspadai secara personal kepada Ibu Endang karena beliau pernah membawa virus kita ke luar negeri dan mengatakan bahwa hal ini adalah hal biasa dan merupakan hak dia sebagai peneliti. Untuk itu, kami mempertanyakan loyalitas beliau kepada Negara ini,” tambah Joserizal.

Lebih lanjut Jose menjelaskan apabila dilihat dari segi kaidah penelitian memang sepertinya membawa virus keluar untuk diteliti dan dibuat vaksin bukan suatu masalah. Namun, virus adalah hal yang sangat penting dan mutlak adalah milik negara kita. Apabila Negara lain atau pihak lain yang ingin melakukan sharing terhadap virus tersebut seperti untuk masalah ilmu pengetahuan dsb, harus ada ketentuan yang jelas bahwa DNA virus atau apapun informasi yang ada pada virus tersebut tidak digunakan untuk hal-hal yang bersifat bisnis, apalagi digunakan untuk hal-hal yang lebih mengerikan lagi seperti senjata biologis.

“Sebagai seorang menteri seharusnya Menkes terpilih tidak mempunyai mindset bahwa penelitian hanya penelitian (experiment is experiment) karena penelitian menyangkut kepentingan banyak orang dan menyangkut nasib serta pertahanan bangsa dan Negara. Menkes yang baru harus mempunyai intergritas untuk melindungsi rakyat Indonesia. Saya yakin apabila bu Menteri tidak waspada dan tidak ingin membela rakyatnya, maka kejadian seperti NAMRU akan terulang,” papar Jose.

Terkait adanya perjanjian antara sipil dengan sipil, Presidium MER-C tersebut juga menjelaskan bahwa hal ini bukan masalah militer dengan sipil atau sipil dengan sipil. Ia menegaskan masalah kerjasama penelitian dengan Negara-negara lain bisa saja dilakukan sepanjang penelitian itu dilakukan untuk kepentingan umat manusia. Yang perlu diwaspadai adalah poin-poin kerjasama dalam perjanjian penelitian tersebut.

“Menkes yang baru, dalam konteks kerjasama dengan NAMRU mungkin tidak. Tapi dalam konteks kerjasama dengan yang lain harus diwaspadai jangan sampai terjadi seperti NAMRU. Negara harus bisa mengawasi dan mendapat akes terhadap sampel-sampel itu. Harus ada pengawasan yang lebih trasparan dan ahli-ahli kita harus diingatkan bahwa penelitian tidak hanya penelitian,” tambah Jose lebih lanjut.

MER-C sebagai lembaga non pemerintah hanya bisa dan akan terus mengawasi kebijakan pemerintah terutama terkait masalah kesehatan. Apabila terbukti Menkes yang baru nanti terbukti tidak peduli terhadap rakyatnya, maka MER-C akan melayangkan protes keras kepada Presiden Republik Indonesia
http://www.eramuslim.com
Selasa, 13 Oktober 2009 2 komentar

Merugilah Jika Mengharap Pujian Manusia

Kuping ku begitu kuat merespon jika mendengar kata-kata yang berhubungan dengan kejiwaan. Kejadian ini terjadi sewaktu aku menonton berita. Karena merasa agak membosankan ku tinggal sebentar televisi yang masih on itu ke dapur. Perutku sudah nggak sabar lagi menunggu untuk diisi. Tiba-tiba sang pembaca berita menyebutkan bahwa Clara Sumarwati Wanita Indonesia dan Asia Tenggara pertama yang berhasil mencapai Puncak Everest itu mengalami gangguan jiwa. Wah... I like it.
Ku tonton berita dengan seksama. Namun, ada hal terakhir yang aku tidak suka dari yang disampaikan si pembaca berita itu. Beliau menyebutkan klo gangguan jiwa yg dialami bu Clara itu terjadi krn bangsa ini (red:pemerintah) tidak bisa menghargai apa yang sudah dilakukan oleh bu Clara itu. (kira-kira seperti itu lah yang disampaikan oleh pembaca berita itu).

Ada benarnya juga apa yang disampaikan oleh si pembaca berita itu. Tapi jangan hanya pemerintah yg harus disalahkan. Menurut ku, jika kita melakukan sesuatu hanya ingin mendapatkan pujian atau award dari manusia betapa kecil apa yang kita lakukan. Begitu juga sebaliknya jika melakukan dengan tujuan memenuhi kepuasan yang tak bisa tergantikan, atau ingin mengetahui betapa AGUNG nya penciptaan Tuhan yang tak seorang pun mampu menandingiNya justru itu mempunyai nilai yang BESAR.

Klo semua Ibu di dunia menjalani perannya dengan tujuan ingin dipuji atau dikasih award oleh manusia, apa yang terjadi??????????????????
Sabtu, 10 Oktober 2009 0 komentar

SAY NO TO MIYABI !!!!!!!!

Ringkasan ini tidak tersedia. Harap klik di sini untuk melihat postingan.

Yoyen dalam Kenangan

Yoyen dalam Kenangan

 
;