Kamis, 18 Agustus 2011 0 komentar

Hal-hal yang Banyak Ditanyakan Seputar Persalinan

Perubahan-perubahan apa yang terjadi pada rahim menjelang kelahiran?

Perubahan yang terjadi adalah:

  1. Pada kehamilan pertama, pada umur kehamilan >32 minggu janin turun ke bawah dan kepalanya masuk ke ruongga panggul. Ibu akan merasa bernafasnya lebih longgar, tidur lebih enak dan lebih sering kencing karena janin makin menekan kandung kencing ibu. Pada kehamilan kedua dan selanjutnya, biasanya kepala baru turun menjelang kelahiran.
  2. Ibu sering merasa sakit seperti kram di perut bagian bawah, karena rahim sediki t teregang. Rasa kram ini timbul berulang-ulang tetapi tidak teratur.
  3. Alat kelamin akan menjadi lebih basah atau lembab

Apakah tanda-tanda ibu akan melahirkan ?

Tanda-tandanya adalah:

  1. Timbulnya rasa mules dari panggul belakang ke arah depan, mula-mula lemah dan jaraknya panjang, selanjutnya berangsur-angsur menjadi semakin kuat dan jaraknya semakin pendek dan menjadi teratur bila saat melahirkan tiba.
  2. Rahim terasa kencang bila diraba, terutama saat mules.
  3. Keluarnya lendir bercampur darah dari jalan lahir
  4. Keluarnya cairan ketuban yang berwarna jernih kekuningan dari jalan lahir

Bagaimana persalinan berlangsung ?

Proses persalinan terdiri dari 4 kala, yaitu :

  1. Kala 1 : waktu untuk pembukaan serviks sampai menjadi pembukaan lengkap 10 cm2.
  2. Kala 2 : kala pengeluaran janin, waktu uterus dengan kekuatan his (mules) di tambah dengan kekuatan mengejan mendorong janin keluar hingga lahir3.
  3. Kala 3 : waktu untuk pelepasan dan pengeluaran uri
  4. Kala 4 : mulai dari lahirnya uri selama 1-2 jam

Bagaimana terjadi pada pembukaan jalan lahir ?

Pembukaan jalan lahir terjadi karena adanya gerakan otot rahim yang teratur dan menyebabkan rasa mules, yang makin lama makin kuat, lama dan sering. Pada kelahiran anak pertama, pembukaan jalan lahir sampai lengkap berlangsur 12 – 18 jam. Pada kelahiran anak kedua dan seterusnya, pembukaan ini biasanya lebih cepat, yaitu 6- 8 jam dari sejak timbulnya rasa mules sampai bayi lahir.

Apa yang perlu dilakukan ibu sejak merasa mules?

Yang perlu dilakukan oleh ibu adalah:

  1. Berusaha kencing sesering mungkin agar pembukaan jalan lahir tidak tergangu, karena kandung kencing yang penuh akan menekan rahim sehingga gerakan otot rahim terganggu.
  2. Berjalan-jalan ringan bila masih mungkin
  3. Bila rasa mules bertambah, tarik nafas panjang melalui hidung dan mengeluarkannya melalui mulut
  4. Menghindari mengejan bila pembukaan jalan lahir belum lengkap
  5. Makan dan minum diantara mules seperti biasa kalau memungkinkan,kalau tidak minum saja cukup.

Bagaimana posisi mengejan yang baik ?

Posisi yang baik untuk mengejan adalah sesuai dengan keinginan dan kenyamanan ibu, tapi ada beberapa posisi baik yang bisa dilakukan ibu pada saat mengejan, yaitu:

  1. Duduk atau setengah duduk, seringkali merupakan posisi yang paling nyaman, di samping memudahkan penolong persalinan dalam memimpin persalinan pada saat keluarnya kepala bayi, dan dalam mengamati perineum
  2. Menungging atau posisi merangkak, baik dilakukan bila ibu merasakan kepala bayi tertahan di punggungnya. Posisi ini juga bermanfaat pada bayi yang sulit berputar
  3. Jongkok atau berdiri, posisi ini membantu turunnya kepala bila persalinan berlangsung lambat atau bila ibu tidak mampu mengejan
  4. Berbaring pada sisi kiri tubuh, posisi ini nyaman dan mampu mencegah ibu mengejan ketika pembukaan belum lengkap

Posisi yang tidak baik bagi ibu adalah berbaring lurus terlentang. Hal ini dapat menimbulkan penekanan pada pembuluh darah yang membawa darah untuk janin dan ibu, sehingga mereka akan memperoleh aliran darah dan oksigen yang lebih sedikit. Selain itu pada posisi ini ibu akan mengalam kesulitan dalam mengejan

Apakah tanda bahwa pembukaan jalan lahir sudah lengkap ?

Bila pembukaan jalan lahir sudah lengkap, ibu merasa seperti akan buang air besar

Apa yang dilakukan ibu bila pembukan jalan lahir sudah lengkap ?

bidan atau dokter akan meminta ibu mengejan seperti pada waktu buang air besar, setiap kali rasa mules timbul. Bila mules hilang, ibu dilarang mengejan. Ibu istirahat, ngambil napas,diselingi minum untuk rehidrasi.Setelah mengejan beberapa kali, kepala bayi akan terdorong keluar dan bayi akan lahir.Untuk anak pertama lama mengejan max.2 jam dan anak kedua dan seterusnya max 1 jam.

Apa yang dilakukan bidan atau dokter segera setelah bayi lahir ?

  1. Mengeringkan tubuh bayi (tanpa dimandikan) dan membersihkan mulut serta hidung bayi diatas perut ibu.
  2. Memotong dan merawat tali pusat
  3. Menghangatkan atau membungkus bayi dan diberikan ibu untuk segera disusui dengan metode kangguru.
  4. Membantu ibu untuk mengeluarkan ari-ari yang biasanya lahir 15 menit setelah bayi lahir
  5. Memeriksa keutuhan ari-ari yang keluar agar tidak ada yang tersisa di dalam rahim untuk mencegah terjadinya perdarahan pada masa nifas
  6. Memberkan salep mata pada kedua mata bayi

Apa tanda-tanda bayi yang dilahirkan sehat ?

  1. Segera menangis
  2. Bernafas spontan
  3. Banyak bergerak
  4. Warna kulit merah muda
  5. Berat badan 2,5 kg atau lebih


Senin, 15 Agustus 2011 2 komentar

12 Tes Kesehatan Wajib Bagi Wanita



Berikut adalah jenis-jenis tes kesehatan yang wajib di lakukan bagi wanita:

1) Pemeriksaan Klinis Payudara

Pemeriksaan klinis payudara adalah pemeriksaan yang dilakukan dokter untuk mengetahui adanya perubahan atau kelainan pada payudara. Menurut American Cancer Society Susan G. Komen, setiap wanita wajib menjalani pemeriksaan ini. Bagi wanita usia 20 -39 tahun sebaiknya menjalani pemeriksaan klinis payudara minimal tiga tahun sekali. Sedangkan bagi wanita berusia 40 tahun keatas, pemeriksaan klinis payudara harus dilakukan setidaknya sekali dalam 1 tahun.

2) Mamografi

Mamografi adalah pemeriksaan payudara menggunakan sinar X yang dapat mendeteksi kelainan pada payudara dengan akurat. Susan menyarankan, wanita di atas usia 40 dan yang mungkin punya riwayat kanker payudara dalam keluarga wajib melakukan tes mamografi setidaknya sekali dalam satu atau dua tahun.

3) Pemeriksaan Kadar Kolestrol

Untuk mencegah penyakit jantung dan penyakit kronis lainnya, sangatlah penting bagi wanita untuk melakukan pemeriksaan kadar kolestrol. Pemeriksaan kadar kolestrol dimulai sejak usia 20-an, sebaiknya dilakukan lima tahun sekali. Pemeriksaan kadar kolestrol dapat dilakukan secara sederhana yaitu dengan tes darah. Tingkat ideal adalah 200mg / dL (miligram per desiliter).

4)Pemeriksaan tekanan darah

Pemeriksaan tekanan darah dimulai sejak usia 18 tahun dan wajib dilakukan setidaknya dua tahun sekali. Tekanan darah tinggi sering disebut 'silent killer', jika jarang diperiksa maka dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke. Anda dapat memeriksa tekanan darah di rumah karena sudah banyak apotek yang menjual mesin pengukur tekanan darah.

5) Pemeriksaan gula darah

Wanita wajib melakukan pemeriksaan gula darah setiap tiga tahun sekali dan dimulai sejak usia 45 tahun. Bagi yang mempunyai gejala diabetes diwajibkan melakukan pemeriksaan sebelum menginjak 45 tahun. Jika hasilnya 100 mg/ dL atau lebih maka bisa dinyatakan anda terkena diabetes atau gejala diabetes.

6) Body Mass Index (BMI)

Body Mass Index (BMI) adalah sebuah ukuran berat terhadap tinggi badan. Nilai BMI mengindikasikan apakah tubuh Anda termasuk dalam kategori kurang berat badan, normal, berat berlebih atau obesitas. Seperti diketahui, berat badan berlebih dan obesitas membuat Anda rentan terkena penyakit jantung, diabetes bahkan stroke.

7) Pemeriksaan Kulit

Kanker kulit adalah penyakit yang paling sering terjadi di antara penyakit kanker lainnya. Menurut American Cancer Society, lebih dari 2 juta orang Amerika didiagnosa menderita kanker kulit setiap tahunnya. Untuk hindari hal tersebut, jangan lupa memeriksakan diri Anda ke dokter kulit setidaknya setahun sekali atau pada saat Anda menemui kejanggalan yang terjadi pada kulit.

8) Pap Smear

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendektesi kanker serviks (kanker pada leher rahim). Tes pap smear dilakukan setelah tiga tahun aktif berhubungan seksual atau pada usia 21 tahun. Bagi wanita yang mempunyai anggota keluarga yang terkena penyakit HPV atau kanker rahim harus mengkuti saran dokter mengenai pemeriksaan selanjutnya.

9) Kolonoskopi

Menurut National Cancer Institute, sebagian besar wanita mengidap penyakit kanker usus. Kanker usus (kanker kolon) menduduki ranking keempat setelah kanker kulit, payudara dan paru-paru. Kolonoskopi merupakan pemeriksaan menggunakan kamera untuk melihat keadaan usus besar apakah memiliki kanker atau polip. Pemeriksaan ini wajib dilakukan setahun sekali dan sangat dianjurkan bagi wanita yang berumur 50 tahun atau lebih tua, karena penyakit ini sering terjadi di usia tua.

10) Tiroid test

Sangat penting bagi wanita untuk melakukan tes tiroid secara teratur untuk memantau tingkat hormon yang disekresi tiroid. Tes ini berguna mengukur tingkat hormon yang disekreasi tiroid.

Menutur American Thyroid Association, 88 persen wanita di Amerika didiagnosa mengidap penyakit 'graves' (merupakan bentuk dari hipertiroid). Sementara 95% wanita di Amerika mengidap penyakit 'Hashimoto thyroiditis (bentuk dari hipertiroid). Menurut ahli tiroid, Mary Shomon, penyakit tiroid biasa menyerang wanita berusia 60 tahun.

11) Bone Mineral Density (BMD) Test

Osteoporosis adalah kondisi dimana tulang menjadi lemah dan gampang pecah. Hal itu disebabkan karena loss bone yang terjadi pada wanita setelah menopause. BMD test atau pemeriksaan tulang dilakukan menggunakan sinar X yang mampu mengukur mineral pada tulang dan mendeteksi osteoporosis. Sehingga gejala kerusakan tulang bisa diatasi sedari dini. Tes ini direkomendasikan bagi yang berusia 60 tahun dan keatas.

12) Dental Checkup

Menjaga kebersihan gigi dari bakteri membuat senyum Anda terlihat lebih menarik dan dapat mencegah terkena penyakit jantung. Bakteri di dalam gusi dan gigi dapat meningkatkan penumpukkan flek yang dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke. Rajin menyikat gigi dan ke dokter gigi dapat membantu memastikan adanya gejala kanker mulut dan tenggorokan.

0 komentar

Pekerjaan-pekerjaan yang Bikin Orang Depresi

Depresi karena masalah pekerjaan bisa dialami oleh siapapun yang selalu menganggap pekerjaannya sebagai beban. Namun ada jenis pekerjaan yang memang memiliki level stes lebih tinggi sehingga sering membuat orang depresi. Berikut ini 10 di antaranya.

"Ada aspek-aspek tertentu dari setiap pekerjaan yang dapat berkontribusi atau memperburuk depresi," kata Deborah Legge, PhD, seorang konselor kesehatan mental di Buffalo seperti dikutip dari Health.com (15/8/2011).

"Orang-orang dengan pekerjaan yang berisiko tinggi mengalami stres dapat mengelola stresnya jika mereka mau mengurus diri sendiri dan mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan." imbuhnya.

1. Pekerja panti jompo / panti asuhan
Hampir 11% orang di bidang ini melaporkan serangan depresi berat dengan proporsi 13% di antara pada para pengangguran dan 7% pada populasi umum. Perawatan harian yang mencakup makan, mandi, dan perhatian kepada orang yang sering tak mampu mengungkapkan rasa terima kasih atau penghargaan karena terlalu sakit, terlalu muda atau tidak terbiasa melakukannya, dapat menyebabkan stres," kata Christopher Willard, psikolog klinis diTufts University. "Dapat juga disebabkan karena melihat orang-orang sakit dan tidak mendapatkan banyak dukungan positif."

2. Pelayan Rumah Makan
Pelayan umumnya mendapatkan upah rendah, pekerjaan yang melelahkan dan diperintahkan mengenai apa yang harus dilakukan setiap hari. Dari 10% dari pekerja yang melaporkan depresi berat dalam setahun terakhir, hampir 15% perempuan bekerja di bidang ini.

"Ini adalah pekerjaan yang sangat tanpa pamrih," kata Legge. "Orang-orang di sekitarnya dapat benar-benar kasar dan membutuhkan banyak tenaga fisik. Ketika seseorang mengalami depresi, sulit untuk mendapat energi dan motivasi ketika dibutuhkan."

3. Pekerja sosial
Berurusan dengan anak-anak yang dilecehkan atau keluarga yang bermasalah dikombinasikan dengan rumitnya birokrasi seringkali memicu stres. "Karena pekerja sosial bekerja dengan orang-orang yang sedang sangat membutuhkan bantuan, sulit untuk tidak mengorbankan banyak hal. Banyak dijumpai pekerja sosial cukup cepat tersulut emsoinya." kata Willard.

4. Pekerja sektor kesehatan
Termasuk dokter, perawat, terapis, dan profesi lain yang banyak memberi bantuan kepada orang lain namun sering melupakan diri sendiri. Pekerja sektor kesehatan memiliki jam kerja yang panjang dan tidak teratur di mana kehidupan orang lain berada di tangan mereka.

"Setiap hari mereka melihat penyakit, trauma, kematian, dan berurusan dengan keluarga pasien," kata Willard. "Hal ini dapat mempengaruhi pandangan seseorang secara keseluruhan bahwa dunia adalah tempat yang menyedihkan."

5. Seniman, entertainer, penulis
Pekerjaan ini menghasilkan gaji yang tidak teratur, jam kerja tidak menentu, dan isolasi diri. Orang-orang kreatif juga memiliki gangguan mood lebih tinggi dan sekitar 9% melaporkan episode depresi berat.

"Satu hal yang saya lihat banyak dialami pada para entertainer dan seniman adalah gangguan bipolar," kata Legge. "Mungkin ada diagnosis gangguan mood yang tidak diobati pada orang yang artistik. Gangguan depresi tidak jarang ditemui pada mereka yang tertarik untuk bekerja di bidang seni. Gaya hidup mereka juga memberikan kontribusi untuk itu. "

6. Guru
Tuntutan terhadap guru tampaknya akan terus berkembang, ditambah pekerjaan lain di luar jam mengajar dan mengoreksi PR yang menumpuk. "Ada tekanan dari banyak pihak, anak-anak, orang tua, dan pihak sekolah untuk memenuhi standar, dan mereka semua memiliki tuntutan yang berbeda," kata Willard. "Hal ini menyulitkan mereka untuk melakukan pekerjaannya serta mengingat alasan awal mereka untuk mengajar."

7. Staf Pembantu Administrasi
Orang-orang di bidang ini umumnya mengalami kasus klasik: permintaan tinggi dengan tingkat kontrol yang rendah. Mereka berada di garis depan, mengambil permintaan dari segala arah, tapi mereka juga berada di tingkat terbawah dalam kekuasaan. Mereka memiliki hari yang tak terduga dan mungkin tidak diakui atas pekerjaan yang telah dilakukan dengan mempermudah hidup orang lain.

8. Petugas pemeliharaan dan pekerja lapangan
Ia dipanggil hanya ketika sesuatu rusak atau berjalan dengan tidak benar. Itu lah alasan seseorang harus berurusan dengan bagian pemeliharaan setiap hari. Mereka juga harus bekerja dengan jadwal musiman atau bervariasi dan sering mendapat giliran jaga malam. Mereka dibayar rendah untuk pekerjaan yang sulit. "Mereka sering terisolasi dan mendapat pekerjaan berbahaya, "kata Willard.

9. Penasihat keuangan dan akuntan
Kebanyakan orang tidak suka berurusan dengan tabungan dan uang pensiun mereka sendiri. Lalu bayangkan jika harus menangani ribuan atau jutaan uang untuk orang lain? "Ada tanggung jawab yang begitu banyak untuk mengelola keuangan orang lain," kata Legge. "Ketika klien kehilangan uangnya, mereka akan dihujat orang-orang dengan teratur."

10. Tenaga Penjualan
Banyak tenaga penjual bekerja sesuai komisi, artinya ia tidak pernah tahu persis kapan gaji berikutnya akan datang. Mereka sering berkeliling dan harus menghabiskan waktu jauh dari rumah, keluarga, dan teman-teman. "Ketidakpastian pendapatan, tekanan luar biasa untuk mendapat hasil, dan waktu yang lama dapat membuat pekerjaan ini berisiko tinggi menyebabkan stres," kata Legge.


Jumat, 22 Juli 2011 2 komentar

Tips Merawat Gigi Anak dengan Tepat



Pada banyak yang nyuruh update nie webblog. Ya udah saya post kan aja informasi ini untuk simpanan kelak. hehe... :)

Bagi beberapa orang tua, menjaga kesehatan gigi dan mulut anak adalah hal yang cukup sulit untuk diterapkan, begitu pula untuk mengetahui kapan proses perawatan itu harus mulai dilakukan.

Panduan berikut ini akan memberi informasi

agar anak Anda mendapatkan hasil terbaik dalam perawatan gigi dan mulut, serta memastikan gigi terhindar dari kerusakan, yang tentunya akan sangat berguna seumur hidup anak.

Seiring dengan bertambahnya usia, pertumbuhan gigi anak pun mulai banyak dan tentunya sudah harus diajarkan juga untuk menyikat gigi sendiri. Dalam ha

l ini orang tua juga harus mempunyai bekal bagaimana teknik menyikat gigi yang benar.

Kita tidak perlu menunggu waktu yang tepat sampai anak mau ke dokter gigi atau cukup umur untuk memulai perawatan pada giginya. Kita dapat memulainya sedini mungkin.

Cara merawat mulut bayi pada saat usia 0 – 6 bulan:

1. Bersihkan gusi bayi anda dengan kain lembab, setidaknya dua kali sehari

2. Jangan biarkan bayi anda tidur sambil minum susu dengan menggunakan botol susunya.

3. Selesai menyusui, ingatlah untuk membersihkan mulut bayi dengan kain lembab

4. Jangan menambah rasa manis pada susu dengan madu atau sesuatu yang manis.

Cara merawat mulut dan gigi bayi pada usia 7-12 bulan:

1. Ingatlah untuk membersihkan mulut bayi anda dengan kain lembab ( tidak basah sekali), sehabis menyusui.

2. Jangan biarkan bayi tidur dengan botol susunya (sambil minum susu dari botol) kecuali air putih.

3. Berikan air putih bila bayi anda ingin minum diluar jadwal minum susu

4. Saat gigi mulai tumbuh, mulailah membersihkannya dengan menggunakan kain lembab. Bersihkan setiap permukaan gigi dan batas antara gigi dengan gusi secara seksama, karena makanan seringkali tertinggal di permukaan itu.

5. Saat gigi geraham bayi mulai tumbuh, dapat mulai menggunakan sikat gigi yang kecil dengan permukaan lembut dan dari bahan nilon.

6. Tidak perlu menggunakan pasta gigi dan ingat untuk selalu membasahi sikat gigi dengan air.

7. Periksakan gigi anak anda ke dokter gigi, setelah 6 bulan sejak gigi pertama tumbuh, atau saat usia anak setahun.

Cara merawat mulut dan gigi bayi pada usia 13-24 bulan:

1. Mulailah perkenalkan

pasta gigi pada anak. Biasanya pasta gigi untuk anak telah dirancang khusus sesuai kebutuhan dan berbeda dari pasta gigi untuk dewasa.

2. Jangan biarkan anak tidur dengan botol susu (sambil minum susu dari botol), kecuali air putih.

3. Pergunakan pasta gigi seukuran kira-kira 1/2cm.

4. Sikat gigi anak setidaknya dua kali sehari (sehabis sarapan dan sebelum tidur di malam hari)

5. Gunakan sikat gigi yang lembut dari bahan nilon.

6. Ganti sikat gigi tiap tiga bulan atau bila bulu-bulu sikat sudah rusak.

7. Jadilah contoh dengan mempraktekkan kebiasaan menjaga kesehatan mulut dan lakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.

8. Biasakan anak untuk memakan makanan ringan yang sehat, seperti buah segar dan sayuran segar.

9. Hindari makanan ringan yang mengandung gula.


http://www.bettermomtoday.com

Yoyen dalam Kenangan

Yoyen dalam Kenangan

 
;